Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Transformasi tersebut mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, salah satu keterampilan yang perlu dikembangkan adalah membaca kritis. Keterampilan ini tidak hanya menuntut peserta didik memahami isi bacaan, tetapi juga mampu menganalisis, mengevaluasi, serta memberikan penilaian terhadap informasi yang diterima. Namun, pembelajaran membaca kritis di berbagai jenjang pendidikan masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya minat membaca, penggunaan bahan ajar yang kurang variatif, serta keterbatasan media pembelajaran yang mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi multimedia dalam pengembangan bahan ajar membaca kritis pada pendidikan Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multimedia melalui pemanfaatan teks, gambar, audio, video, animasi, dan media interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkaya pengalaman membaca, serta membantu peserta didik memahami informasi secara lebih mendalam. Selain itu, multimedia juga memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan literasi digital secara bersamaan. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar membaca kritis berbasis multimedia menjadi salah satu alternatif inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Copyrights © 2026