Fasilitas material handling yang digunakan secara bersama dapat menjadi sumber ketidakpastian operasional ketika perusahaan belum memiliki aturan penggunaan yang formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi penjadwalan aliran material, memetakan kendala fasilitas, serta menyusun jadwal penggunaan lift barang pada pabrik krimer melalui Resource Constrained Project Scheduling Problem. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi proses, wawancara dengan personel produksi dan pergudangan, telaah dokumen operasional, serta pengukuran waktu terhadap 18 aktivitas pada Departemen Material Planner, Oracle, dan Retail dalam shift pagi. Aktivitas disusun berdasarkan hubungan finish-to-start, durasi, kebutuhan sumber daya, kapasitas angkut, jumlah perjalanan, serta perbedaan jam kerja dan istirahat. Hasil menunjukkan bahwa satu lift harus melayani 37 pallet melalui 15 perjalanan. Jadwal berbasis batasan sumber daya memberikan slot penggunaan yang jelas: Retail menggunakan lift pada menit 39,41-113,31 dan Oracle mulai menit 169,86. Makespan tetap 441,06 menit, utilisasi lift 64,64%, dan waktu tunggu kedua departemen 0 menit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat utama model bukan penurunan indikator waktu pada kondisi data saat ini, melainkan pembentukan jadwal yang layak, terdokumentasi, dan mudah dijadwalkan ulang. Model ini berimplikasi pada peningkatan kepastian koordinasi antar-departemen dan menyediakan dasar pengendalian fasilitas bersama ketika volume material, jadwal shift, atau kondisi lift berubah.
Copyrights © 2026