Kantin sekolah merupakan tempat penyedia makanan bagi siswa yang harus memenuhi persyaratan higiene sanitasi untuk mencegah terjadinya penyakit bawaan makanan. Penerapan higiene sanitasi yang kurang baik oleh penjamah makanan dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan kejadian diare pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan higiene sanitasi pada penjamah makanan di kantin sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 20 kantin sekolah dasar dengan jumlah sampel 40 penjamah makanan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,5% penjamah makanan memiliki pengetahuan kurang baik, 57,5% memiliki sikap kurang baik, 100% belum pernah mengikuti pelatihan higiene sanitasi, dan 67,5% kantin memiliki sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat. Sebanyak 57,5% penjamah makanan memiliki penerapan higiene sanitasi yang tidak memenuhi syarat. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi (p=0,000), sedangkan sikap, keikutsertaan pelatihan, dan ketersediaan sarana sanitasi tidak berhubungan signifikan. Saran kepada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan, penyuluhan, serta pengawasan higiene sanitasi makanan, kepada pihak sekolah untuk menyediakan dan memelihara sarana sanitasi kantin, kepada penjamah makanan agar menerapkan higiene sanitasi secara konsisten, dan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian selain cross sectional serta menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi penerapan higiene sanitasi.
Copyrights © 2026