Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene Penjamah Dengan Keberadaan Bakteri Escherichia Coli Pada Makanan Di Dapur Pondok Pesantren Nur Fuadiyah; Isnawati Isnawati; Noraida Noraida
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1549

Abstract

Penyelenggaraan makanan di pondok pesantren berasrama berisiko mengalami kontaminasi mikrobiologis karena makanan diolah dalam jumlah besar dan dikonsumsi secara kolektif. Pemilihan lokasi penelitian diperkuat oleh temuan bakteri Escherichia coli pada air minum di lingkungan pondok, yang menunjukkan potensi cemaran pada media konsumsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan personal hygiene penjamah dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan di dapur pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di dapur Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri, Cindai Alus, Martapura. Sampel penelitian terdiri dari 7 orang penjamah makanan dan 21 sampel makanan yang diperoleh melalui tiga kali pengulangan observasi dan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar personal hygiene penjamah makanan memenuhi syarat, yaitu sebanyak 16 observasi (76,2%), sedangkan 5 observasi (23,8%) tidak memenuhi syarat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa 18 sampel makanan (85,7%) memenuhi syarat terhadap keberadaan Escherichia coli, sedangkan 3 sampel (14,3%) tidak memenuhi syarat. Hasil uji Fisher’s Exact Test memperoleh nilai p-value sebesar 0,008. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene penjamah makanan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan di dapur Pondok Pesantren Darul Hijrah Puteri. Penerapan personal hygiene yang belum konsisten dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan. Pondok pesantren disarankan melakukan pemantauan rutin, serta penguatan penggunaan alat pelindung diri selama proses pengolahan makanan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Higiene Sanitasi Pada Penjamah Makanan Di Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Tahun 2026 Yazna Ramadhani; Noraida Noraida; Erminawati Erminawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1829

Abstract

Kantin sekolah merupakan tempat penyedia makanan bagi siswa yang harus memenuhi persyaratan higiene sanitasi untuk mencegah terjadinya penyakit bawaan makanan. Penerapan higiene sanitasi yang kurang baik oleh penjamah makanan dapat meningkatkan risiko kontaminasi makanan dan kejadian diare pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan higiene sanitasi pada penjamah makanan di kantin sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 20 kantin sekolah dasar dengan jumlah sampel 40 penjamah makanan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,5% penjamah makanan memiliki pengetahuan kurang baik, 57,5% memiliki sikap kurang baik, 100% belum pernah mengikuti pelatihan higiene sanitasi, dan 67,5% kantin memiliki sarana sanitasi yang tidak memenuhi syarat. Sebanyak 57,5% penjamah makanan memiliki penerapan higiene sanitasi yang tidak memenuhi syarat. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan penerapan higiene sanitasi (p=0,000), sedangkan sikap, keikutsertaan pelatihan, dan ketersediaan sarana sanitasi tidak berhubungan signifikan. Saran kepada Puskesmas untuk meningkatkan pembinaan, penyuluhan, serta pengawasan higiene sanitasi makanan, kepada pihak sekolah untuk menyediakan dan memelihara sarana sanitasi kantin, kepada penjamah makanan agar menerapkan higiene sanitasi secara konsisten, dan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian selain cross sectional serta menambahkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi penerapan higiene sanitasi.