Ekowisata air Silowo merupakan destinasi wisata alam yang berada pada Desa Mandirejo Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban Promosi yang masif ini menyebakan terjadinya lonjakan pengunujung wisata. Akitivitas dari kunjungan wisata dan pembangunan ini dapat menybabkan tumpukan sampah dan kejernihan air Dampak yang dapat ditimbulkan dalam hal ini diduga dapat mempengaruhi biota perairan. Fitoplankton adalah satu biota yang terdampak dari aktivitas tersebut. Fitoplantton sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Perubahan kualitas lingkungan akan memengaruhi komposisi jenis, kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi fitoplankton Informasi mengenai struktur komunitas fitoplankton di Ekowisata Air Silowo masih sangat terbatas, Perlunya adanya kajian tenttang struktur komunitas fitoplankton di ekowisata Silowo. Pengambilan sampel fitoplankton di Ekowisata Silowo, Kabupaten Tuban, dilakukan pada empat titik stasiun pengamatan pada bulan Mei 2026. Pengamatan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop, sedangkan proses identifikasi dilakukan berdasarkan buku Freshwater Algae: Identification and Use as Bioindicators, basis data Algabase, dan buku The Plankton of South Vietnam: Fresh Water and Marine Plankton. Perhitungan kelimpahan fitoplankton dilakukan menggunakan Sedgewick-Rafter counting chamber. Analisis struktur komunitas fitoplankton dilakukan berdasarkan nilai indeks keanekaragaman (H’), indeks kemerataan (E), dan indeks dominansi (C) Komposisi fitoplankton yang ditemukan di perairan Silowo terdiri atas 12 jenis yang tergolong ke dalam empat kelas, yaitu Chlorophyceae, Bacillariophyceae, Cyanophyceae, dan Zygnematophyceae. Indeks keanekaragaman 1,986, Indeks Kemerataan 0,799, dan Indeks Dominansi 0,196. Berdasarkan hasil analisis indeks ekologi, kondisi ekosistem perairan Silowo tergolong cukup stabil.
Copyrights © 2026