Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Comparison of Probiotic Isolate Growth in Natural Culture with Various Carbon Sources: Perbandingan Pertumbuhan Isolat Probiotik pada Media Alami dengan Berbagai Jenis Sumber Karbon Ilmiah, Sitti Nur; Dwyana, Zaraswati; Abdullah, Asadi
Journal of Pharmacy and Science Vol. 6 No. 2 (2021): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : Akademi Farmasi Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53342/pharmasci.v6i2.218

Abstract

Probiotik merupakan mikroba hidup yang memberikan pengaruh menguntungkan pada inang karena dapat menyeimbangkan mikroba yang ada dalam saluran pencernaan menjadi meningkat. Pemanfaatan tersebut dapat memberikan pengaruh positif dan kesehatan bagi inang sehingga sangat baik untuk diaplikasikan. Pemanfaatan bahan alami dapat menekan biaya media tumbuh sehingga perlu penggantian media sintetik dengan media alami karena memiliki harga yang relatif lebih murah tetapi mengandung nutrien penting bagi pertumbuhan mikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan isolat probiotik berdasarkan lama waktu kutur dalam media alami yang mengandung sumber karbon berbeda. Pertumbuhan isolat probiotik dalam berbagai sumber karbon dilakukan melalui metode Standard Plate Count (SPC). Melalui metode SPC didapatkan jumlah koloni isolat G dari masing-masing media berupa kanji, sagu, dan dedak yaitu 2,3 x 108 Cfu/mL, 6,4 x 106 Cfu/mL, dan 4,3 x 106 Cfu/mL selama 48 jam; 2,6 x 108 Cfu/mL, 1,6 x 108 Cfu/mL, dan 1,0 x 108 Cfu/mL selama 96 jam; 4,6 x 108 Cfu/mL, 1,8 x 108 Cfu/mL, dan 1,2 x 108 Cfu/mL selama 144 jam. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa isolat G mampu ditumbuhkan dalam media alami berupa kanji, sagu dan dedak.
PENGENALAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL MELALUI TEKNIK KOMBINASI FERMENTASI DAN ENZIMATIS BAGI MAYARAKAT JABUNG, LAMONGAN Sitti Nur Ilmiah; Yustika Aulia Rahma; Inayah Fitri; Fita Fitriatul Wahidah; Trisnani Alif; Indah Meiliyanah Sari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2022
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v6i3.17868

Abstract

Jabung is one of the villages in the Laren district. The village has become a partner in community service (PkM) implementation because one of the home businesses developed in this village. That condition became one of the causes implemented that study in the place. The introduction of virgin oil (VCO) to partners aimed at developing home businesses and educating about VCO's advantage. The introduction of VCO products is a development of appropriate technology that can be applied to local communities. This activity can increase partner knowledge to make VCO with easy technique. One of the most significant advantages is health. This PkM introduced fermentation and enzymatic combination method for changing coconut milk to VCO products. The method developed in this PkM is giving materials, discussions, and pre and post-test. The pre and post-test results can provide understanding for that study. The study showed that 70% of this study is necessary, 55% that was ever listening about VCO, 70% had not utilized VCO, 80% were never known to make VCO, and 100% were interested. For post-test, 70% showed that the study was essential, 89,5% very needed for practice next time, 100% understood making VCO with combination method, 94,8% understood making VCO process, and 94,8% were planning for making and utilizing VCO.  ---  Jabung merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Laren. Desa tersebut menjadi mitra dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) karena salah satu usaha yang dikembangkan di Desa tersebut adalah usaha rumahan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakan kegiatan di tempat tersebut. Pengenalan minyak murni (VCO) kepada mitra bertujuan untuk mengembangkan usaha rumahan dan memberikan penjelasan tentang  manfaat VCO. Pengenalan produk VCO menjadi salah satu pengembangan teknologi tepat guna yang dapat diaplikasikan kepada masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan mitra untuk memahami pembuatan VCO melalui teknik yang mudah dipahami. Salah satu manfaat yang penting dari pemanfaatan VCO adalah kegunaannya bagi kesehatan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan metode kombinasi pembuatan VCO dalam menghasilkan rendemen yang tinggi melalui fermentasi dan enzimatis. Mitra diperkenalkan dan dijelaskan metode kombinasi agar menjadi keahlian bagi masyarakat sekitar. Metode kombinasi ini melalui teknik fermentasi dan enzimatis untuk mengubah santan kelapa menjadi produk VCO. Metode yang dikembangkan dalam kegiatan PkM ini adalah penyampaian materi, diskusi, dan pemberian pre dan post test. Hasil pre dan post test dapat memberikan pemahaman terhadap kegiatan yang berlangsung. Hasil menunjukkan bahwa 70% kegiatan ini sangat perlu dilakukan, 55% menyatakan bahwa sudah pernah mendengar mengenai VCO, 70% belum memanfaatkan VCO, 80% belum pernah mengetahui cara pembuatan VCO, dan 100% menyatakan tertarik. Untuk post-test dihasilkan 70% menyatakan kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat, 89,5% sangat perlu untuk dilakukan praktik selanjutnya, 100% memahami pembuatan VCO dengan teknik kombinasi, 94,8% sangat memahami proses pembuatan VCO, dan 94,8% berencana untuk membuat dan memanfaatkan VCO.     
Keanekaragaman dan Sebaran Tumbuhan Kepuh (Sterculia foetida) di Kabupaten Lamongan Nurul Imamah; Sitti Nur Ilmiah; Slamet Ifandi
Jurnal Matematika dan Sains (JMS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Matematika dan Sains (JMS)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.552273/jms.v2i1.152

Abstract

Kepuh is a species of plant from the Malvaceae family that has a large body. The distribution of Kepuh is found in Southeast Asia, especially in the tropics and subtropics. Kepuh is one of the endangered species, because it is rarely found in primary and secondary forests. In terms of utilization, it is still very limited, only planted as yard plant and garden fences. This study aims to determine the diversity of Kepuh in Lamongan district. This type of research is descriptive analytic with a quantitative approach. Data collection techniques used are survey and observation. The results of this study are the diversity of Kepuh includes (1) the diversity of families that dominates the Fabaceae family, (2) the diversity of habitus of Kepuh that dominates is seedlings, (3) the diversity of habitats that dominates is plantations land, (4) the highest INP value of Kepuh is 28,29% in the medium category.
PEMANFAATAN FAMILI ZINGIBERACEAE SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI DESA TIREMENGGAL KABUPATEN GRESIK IRMATUL LAILI; Sitti Nur Ilmiah; Slamet Ifandi
Jurnal Matematika dan Sains (JMS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Matematika dan Sains (JMS)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.552273/jms.v2i1.167

Abstract

The Zingiberaceae tribe is a plant that has the potential as a traditional medicine that is widely used by the community in curing various diseases. This study aims to determine the diversity and utilization of Zingiberaceae tribal plants as traditional medicine in Tiremenggal village. The method used in this study is a descriptive method with qualitative and quantitative approaches, to determine the analysis of the value of community use of medicinal plants analyzed by the ICS (Indexs of Cultural Significance) method. There are 5 families of Zingiberaceae which are used by the people of Tiremenggal village, namely ginger, turmeric, galangal, kencur and temulawak. The plant that is often used by the community as a treatment is ginger. The part that is used as medicine is the rhizome, which is mostly used to treat stomach pain, taken by mouth. Medicinal plants that are used by the community traditionally are still used today even though the preparation is done simply.
CHARACTER OF ORANGE PEELS AS REDUCTION WATER POLLUTION Sitti Nur Ilmiah; Lilik Erviani; Puji Setyorini
Jurnal Matematika dan Sains (JMS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Matematika dan Sains (JMS)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.552273/jms.v2i02.192

Abstract

Environmental problems are important to overcame. This is related to the resulting problem. Pollutants can make natural conditions unbalanced. One of environmental problems is presence of water used for washing clothes. Alternative water pollution reduction need conducted with acidic conditions. Acidic conditions can be play a role as cleaner so conducted research with peels orange fermented. The aim of research is fin out character peels orange fermented as reducer clothes washing contamination. The research carry out to conducted character peels orange fermented as reducer clothes washing contamination. The research methods are descriptive qualitative and quantitative. This type of experimental research is used in this study. The result showed that character peels orange fermented was sour smell from peels orange dominant and brown orange color. The result of fermentation was pH (3.20) and temperature 30.2 ?C at T40. Pollutants clothes washing contamination test with peels orange fermented at T5 for pH and temperature respectively 4.14 and 33.5 ?C.
Utilization of Fermented Papaya and Apple Peels for Eco-Friendly Treatment of Waste Water Sitti Nur Ilmiah
Jurnal Matematika dan Sains (JMS) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Matematika dan Sains (JMS)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55273/jms.v3i02.227

Abstract

Unbalanced environmental conditions are a problem that must be overcome. The presence of pollutants is one of the conditions that cause the environment to be unbalanced so that it needs to be handled. Pollution of the aquatic environment needs attention because the impact given is quite troubling. An alternative that can be done in reducing pollutants in waters is to use liquid treatment from fermentation of organic waste. The content of fermented fruit peel waste is believed to reduce the content of water pollutants. The organic material fermentation method is used to remodel substrates from fruit and vegetable peels into certain products through chemical reactions that occur. The purpose of this study was to determine the pH, TSS, BOD, and COD values with and without papaya and apple peel fermentation liquid. The method developed in this research is descriptive quantitative. The results showed that the addition of papaya peel fermentation liquid to contaminated water resulted in pH, TSS, BOD, and COD parameter values of 2.56+0.18, 320.00+24.05 mg/L, 803.54+66.25 mg/L, and 2832.54+65.21 mg/L, respectively. The addition of apple peel fermentation liquid to contaminated water resulted in pH, TSS, BOD, and COD parameter values of 2.87+0.18, 770.00+38.20 mg/L, 1707.53+70.12 mg/L, and 11291.87+241.97 mg/L, respectively.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI SERBUK GERGAJI DAN PUPUK PETROGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT VARIETAS SERVO (Lycopersicon esculantum Mill.) Nurul Ilmiyah; Sitti Nur Nur Ilmiah; Yustika Aulia Rahma
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2022): Bio-Sains Vol 2 No 1, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6084/m9.figshare.23564679

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sampah organik yang telah mengalami mineralisasi sehingga tersedia bagi tanaman. Tomat merupakan sayuran buah tergolong tanaman semusim berbentuk perdu termasuk dalam famili Solanacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi serbuk gergaji dan pupuk petroganik dan dosis yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan dengan 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Perlakuan media yang digunakan, yaitu K1 = kontrol, P1= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 50 gr, pupuk petroganik 42 gr, P2= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 60 gr, pupuk petroganik 84 gr, p3= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 70 gr, pupuk petroganik 120 gr, P4= tanah 1000 gr, serbuk gergaji 80 gr, pupuk petroganik 160 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi media serbuk gergaji dan pupuk petroganik berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicon Esculentum Mill). perlakuan (P2) serbuk gergaji 60 gr dan pupuk petroganik 84 gr memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman (27,18 cm), dan jumlah daun (59,66 helai). Sedangkan perlakuan (P1) serbuk gergaji 50 gr dan pupuk petroganik 42 gr memberikan pengaruh terbaik pada jumlah buah (4,20 buah), dan bobot basah buah (2,788 gr). Kata Kunci: Kombinasi, Organik, Petroganik, Serbuk Gergaji, Tomat.
PENGARUH PEMBERIAN VARIASI PAPAIN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) DAN LAMA PEMERAMAN DALAM PEMBUATAN VCO (Virgin Coconut Oil) TERHADAP HASIL RENDEMEN Ishlahul Karimah; Sitti Nur Ilmiah; Yustika Aulia Rahma
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 2 No 1 (2022): Bio-Sains Vol 2 No 1, Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6084/m9.figshare.23564679

Abstract

Virgin Coconat Oil (VCO) atau minyak kelapa murni merupakan salah satu produk yang diperoleh dari santan buah kelapa yang sudah tua (masak) dan segar. Metode enzimatis digunakan untuk meningkatkan rendemen minyak yang terekstrak dari krim santan yang dapat dilakukan dengan menambahkan suatu enzim proteolitik yaitu enzim papain yang terdapat pada tanaman pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain kasar dari biji pepaya dan lama pemeraman terhadap rendemen dan kualitas VCO yang dihasilkan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial karena terdapat dua faktor. Faktor pertama (F1)= variasi ekstrak biji pepaya dengan 3 konsentrasi dan faktor kedua (F2)= lama pemeraman dengan 3 waktu yang berbeda. Dalam penelitian ini, didapatkan 3x3 kombinasi yaitu K1P1= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 15 jam, K1P2= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 20 jam, K1P3= Konsentrasi 10% + lama pemeraman 25 jam, K2P1= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 15 jam, K2P2= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 20 jam, K2P3= Konsentrasi 15% + lama pemeraman 25 jam, K3P1= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 15 jam, K3P2= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 20 jam, dan K3P3= Konsentrasi 20% + lama pemeraman 25 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dan lama pemeraman berpengaruh terhadap rendemen dan VCO yang dihasilkan. Rendemen tertinggi (24,967%) diperoleh dengan penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi sebesar 20% dan lama pemeraman 25 jam (K3P3). Sedangkan rendemen terendah (11,467%) diperoleh dengan penambahan enzim papain kasar biji pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi 10% dan lama pemeraman 15 jam (K1P1). Sedangkan dari hasil uji organoleptik rata-rata panelis memberikan nilai yang tinggi terhadap kualitas warna, rasa, dan juga aroma dari VCO yang dihasilkan dari rendemen terbaik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu pemberian konsentrasi sebanyak 20% dan lama pemeraman 25 jam memberikan pengaruh terhadap rendemen dan kualitas VCO yang dihasilkan. Kata kunci : Enzim papain, Konsentrasi, Pemeraman, VCO
PENGARUH pH DAN SUHU TERHADAP KEMAMPUAN ENZIM BROMELIN UNTUK MENGGUMPALKAN SUSU [THE EFFECT OF pH AND TEMPERATURE ON THE ABILITY OF BROMELAIN ENZYME TO COAGULATE MILK] Af'idah, Nurul; Ilmiah, Sitti Nur
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol 8, No 1 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8144

Abstract

ANALISIS SENYAWA ATRAKTAN PADA PHYTOTELMATA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT PERINDUKAN Aedes albopictus: ANALYSIS OF ATTRACTANT COMPOUND FROM PHYTOTELMATA AS BREADING SITE Aedes albopictus fita wahidah; Ilmiah, Sitti Nur; Alif, Trisnani Alif
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jtkes.v6i2.115

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) has still one of the problem diseases in Indonesia. There has increased in dengue cases in several parts of Indonesia since January 2020 and in the midst of the COVID-19. Very little information about natural breeding sites of Aedes especially of the phytotelmata such as Bambusa sp., Neoregelia spectabilis, Musa paradisiaca, and Cocos nucifera. Other than physical factors of plants, it is suspected that there are attractive compounds produced by these plants. The purpose of this study was to determine the chemical compounds that are attractants from plants used as breeding sites for Ae. albopictus. The research method was started by observation of the presence of Neoregelia spectabilis, Musa paradisiaca, Bambusa sp., and Cocos nucifera plants which contained Ae. albopictus on one of the plant body parts found. Then macerated, purified and analyzed for chemical content using GCMS. The results showed that there were differences in the chemical compounds of plants. The dominant chemical compound is tetracosane. Tetracosane is a chemical compound from the Alkane group. The alkana is an important role in plant interactions such as attractants in the oviposition of certain insects or as attractants for insect feeding activities.