Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 khususnya pada lansia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup sedentari, yaitu rendahnya aktivitas fisik yang banyak dijumpai pada lansia di lingkungan pedesaan. Penelitian terdahulu berfokus pada hipertensi derajat ringan dan dilakukan di wilayah perkotaan sehingga belum menggambarkan risiko jangka panjang pada lansia pedesaan. Kesenjangan inilah yang mendasari penelitian ini, yang bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tinelo Ayula. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Gaya hidup sedentari diukur menggunakan kuesioner GPAQ kemudian kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter digital. Hasil menunjukkan mayoritas responden kategori sedentari sedang (65,7%), sedentari rendah (25,7%), sedentari tinggi (8,6%), hasil kejadian hipertensi menunjukkan tekanan darah normal (25,7%), pra-hipertensi (34,3%), hipertensi (20,0%), hipertensi derajat 1 dan derajat 2 (20,0%), dengan p-value 0,000 dan koefisien korelasi (rs) 0,841. Disimpulkan terdapat hubungan signifikan yang sangat kuat antara gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2026