Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Konsumsi Tablet Fe Dan Jus Pisang Ambon Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Anemia Di SMPN 3 Telaga Kabupaten Gorontalo Vivinda Djeden; Gita Syarifah Ali; Rahmawati A. Sau; Eman Rahim; Christian Julius Ottay
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1910

Abstract

Anemia merupakan permasalahan kesehatan yang masih banyak dijumpai pada remaja putri di indonesia, disebabkan oleh rendahnya asupan zat besi serta kehilangan darah akibat menstruasi setiap bulan. Jus pisang ambon memiliki kandungan vitamin C yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari tablet Fe untuk mendukung proses pembentukan hemoglobin. Studi pendahuluan di SMP Negeri 3 Telaga menemukan 30 dari 127 siswi memiliki kadar hemoglobin di bawah normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsumsi tablet Fe dan jus pisang ambon terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia di SMP Negeri 3 Telaga. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental melalui pendekatan pretest-posttest with control group, melibatkan 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (tablet Fe dan jus pisang ambon) dan kelompok kontrol (tablet Fe saja), masing-masing kelompok 15 orang, dengan teknik total sampling selama tiga minggu. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna pada kelompok intervensi (10,84 menjadi 12,97 g/dL; p-value=0,000) dan kelompok kontrol (10,99 menjadi 12,44 g/dL; p-value=0,000). Selanjutnya, uji Independent Sample T-Test membuktikan adanya perbedaan signifikan pada selisih peningkatan kedua kelompok sebesar 0,68 g/dL (p-value=0,001). Disimpulkan bahwa kombinasi tablet Fe dan jus pisang ambon lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan tablet Fe secara tunggal, sehingga dapat dijadikan alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal dalam penanggulangan anemia pada remaja putri.
Hubungan Gaya Hidup Sedentari Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango Windayati Daudo; Nurdin Dali; Rahmawati A. Sau; Gita Syarifah Ali; Nurain Rahim Ismail
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2043

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 khususnya pada lansia. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah gaya hidup sedentari, yaitu rendahnya aktivitas fisik yang banyak dijumpai pada lansia di lingkungan pedesaan. Penelitian terdahulu berfokus pada hipertensi derajat ringan dan dilakukan di wilayah perkotaan sehingga belum menggambarkan risiko jangka panjang pada lansia pedesaan. Kesenjangan inilah yang mendasari penelitian ini, yang bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tinelo Ayula. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Gaya hidup sedentari diukur menggunakan kuesioner GPAQ kemudian kejadian hipertensi diukur menggunakan tensimeter digital. Hasil menunjukkan mayoritas responden kategori sedentari sedang (65,7%), sedentari rendah (25,7%), sedentari tinggi (8,6%), hasil kejadian hipertensi menunjukkan tekanan darah normal (25,7%), pra-hipertensi (34,3%), hipertensi (20,0%), hipertensi derajat 1 dan derajat 2 (20,0%), dengan p-value 0,000 dan koefisien korelasi (rs) 0,841. Disimpulkan terdapat hubungan signifikan yang sangat kuat antara gaya hidup sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia.