Budaya organisasi memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku karyawan, meningkatkan efisiensi kerja, dan mendukung mutu pelayanan dalam suatu organisasi, terutama pada industri kuliner yang persaingannya semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan budaya organisasi di Shodai Ramen Sukabumi, sebuah restoran lokal dengan konsep fire ramen, dengan fokus pada nilai-nilai utama, pola komunikasi, gaya kepemimpinan, kerja sama tim, disiplin kerja, serta mekanisme penghargaan dan sanksi, sekaligus mengidentifikasi tipe budaya organisasi yang paling dominan menggunakan pendekatan Competing Values Framework (CVF). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur bersama pemilik restoran sebagai informan utama, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja di restoran ini dibangun atas lima nilai utama, yaitu disiplin, keramahan, kecepatan pelayanan, kebersihan, dan sikap saling membantu antarpegawai, yang diperkuat melalui sistem absensi fingerprint, komunikasi dua arah yang terbuka, kepemimpinan bergaya mentor, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi secara konsisten. Analisis CVF menunjukkan bahwa Clan Culture merupakan budaya yang paling dominan, didukung oleh Hierarchy Culture yang menjaga keteraturan operasional. Perpaduan kedua budaya tersebut mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, memperkuat koordinasi dan kedisiplinan pegawai, serta mempertahankan kualitas pelayanan. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dalam mengembangkan budaya organisasi yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi pelaku usaha kuliner skala kecil dan menengah
Copyrights © 2026