Mekanika: Jurnal Teknik Mesin
Vol 12 No 1 (2026): July

ANALISA WET FILM THICKNESS (WFT) PAINTING SYSTEM AIRLESS & CONVENTIONAL SPRAY DENGAN DRY FILM THICKNESS (DFT) 100 MIKRON MEMAKAI INTERSEAL 670 HS PADA PELAT SS400

Hizbul Wathon (Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Maula Nafi' (Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Edi Santoso (Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Ichlas Wahid (Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Zainun Zainun (Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)



Article Info

Publish Date
12 Aug 2026

Abstract

Proses coating pada material baja merupakan salah satu metode perlindungan permukaan terhadap korosi dan degradasi akibat lingkungan. Dalam aplikasi coating, pengendalian Wet Film Thickness (WFT) dan Dry Film Thickness (DFT) menjadi parameter penting karena ketebalan lapisan basah berpengaruh langsung terhadap pencapaian ketebalan lapisan kering sesuai spesifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil aplikasi cat epoxy Interseal 670 HS menggunakan metode airless spray dan conventional spray terhadap nilai WFT dalam mencapai target DFT 100 µm pada plat baja SS400. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui tahapan pemeriksaan material, surface preparation dengan proses blasting hingga mencapai standar kebersihan Sa 2½ / SSPC-SP10, pengujian kondisi permukaan, pengukuran kondisi lingkungan, aplikasi cat, serta pengukuran ketebalan lapisan. Parameter yang diamati meliputi WFT, DFT, konsumsi campuran cat, dan waktu pengerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan material telah memenuhi persyaratan aplikasi coating dengan surface roughness rata-rata 125 µm, dust level 2, dan kondisi lingkungan yang layak untuk pengecatan. Metode airless spray menghasilkan rata-rata WFT yang lebih tinggi pada tiap layer, yaitu 50 µm, 90 µm, dan 150 µm, dibandingkan conventional spray sebesar 35 µm, 65 µm, dan 115 µm. Hasil pengukuran DFT menunjukkan bahwa airless spray menghasilkan rata-rata 131,6 µm, sehingga melebihi target 100 µm, sedangkan conventional spray hanya menghasilkan rata-rata 85,44 µm. Dari sisi efisiensi material, total campuran cat dan thinner teoritis untuk airless spray adalah 0,17439 liter, sedangkan conventional spray 0,20610 liter. Selain itu, waktu total pengerjaan metode airless spray adalah 15 menit 37 detik, lebih cepat dibandingkan conventional spray yaitu 16 menit 40 detik. Dengan demikian, metode airless spray lebih efektif dalam menghasilkan ketebalan lapisan yang memenuhi target serta lebih efisien dari sisi waktu dan penggunaan material. Kata kunci: Wet Film Thickness, Dry Film Thickness, airless spray, conventional spray, Interseal 670 HS, SS400.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

mekanika

Publisher

Subject

Description

Mekanika: Jurnal Teknik Mesin accepts conceptual articles or research results including: Aerodynamics and Fluid Mechanics Biomechanics Combustion and Energy Systems Design and Manufacturing Dynamics and Control Materials Science and Engineering Vibrations Acoustics and Fluid-Structure ...