cover
Contact Name
Royyan Firdaus
Contact Email
royyanf@untag-sby.ac.id
Phone
+6281330043783
Journal Mail Official
mekanika_mesin@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jalan Semolowaru No. 45, Surabaya 60118, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mekanika: Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 24603384     EISSN : 26863693     DOI : https://doi.org/10.30996/jm
Core Subject :
Mekanika: Jurnal Teknik Mesin accepts conceptual articles or research results including: Aerodynamics and Fluid Mechanics Biomechanics Combustion and Energy Systems Design and Manufacturing Dynamics and Control Materials Science and Engineering Vibrations Acoustics and Fluid-Structure Interaction
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
ANALISIS PERFORMA POMPA SENTRIFUGINAL TIPE OMEGA PENYALUR AIR PDAM DARI POMPA CERME KE ARAH RUMAH POMPA BUNDERABSTRAK Fatmah Nuril Maulidiyah
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pompa sentrifugal merupakan peralatan utama dalam sistem distribusi air bersih yang berfungsi mengalirkan fluida dengan debit dan tekanan tertentu. Salah satu jenis pompa sentrifugal yang banyak digunakan pada sistem distribusi adalah pompa sentrifugal tipe Omega, yang memiliki karakteristik aliran stabil dan efisiensi operasional yang baik. Kinerja pompa sentrifugal sangat dipengaruhi oleh head sistem, kerugian energi aliran (head loss), serta kondisi operasi pompa terhadap titik efisiensi terbaiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa pompa sentrifugal tipe Omega berdasarkan parameter debit aliran, head tekanan, head loss mayor dan minor, serta efisiensi pompa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif eksperimental dengan pengujian langsung pada sistem perpipaan tertutup menggunakan fluida air pada temperatur ±30°C. Data diperoleh melalui pengukuran tekanan, debit, dan kecepatan aliran pada sisi inlet dan outlet pompa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan head sistem menyebabkan penurunan debit aliran, sedangkan efisiensi pompa mencapai nilai optimum ketika pompa dioperasikan mendekati titik efisiensi terbaik (Best Efficiency Point). Pompa sentrifugal tipe Omega menunjukkan kinerja yang stabil dan efisien untuk aplikasi distribusi air bersih.
PENGEMBANGAN SISTEM INKUBATOR BAGLOG JAMUR TIRAM BERBASIS ESP32 UNTUK MENINGKATKAN STABILITAS SUHU DAN KELEMBAPAN SB. Widia Rezaly Biharu Hayati widia
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan suhu dan kelembaban pada proses inkubasi baglog jamur tiram yang berpengaruh terhadap pertumbuhan miselium saat proses penanaman jamur tiram. Kondisi lingkungan inkubasi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pertumbuhan jamur tidak optimal bahkan berpotensi menimbulkan kontaminasi. Sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban, serta humidifier dan lampu sebagai aktuator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu pada rentang 22–28°C dan kelembaban 60–80% secara stabil saat menit ke-20. Selain itu, sistem mampu meningkatkan efisiensi proses inkubasi dengan kondisi lingkungan yang lebih terkontrol. Dengan demikian, inkubator yang dirancang dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas budidaya jamur tiram.
ANALISA KEKUATAN STRESS DAN STRAIN PADA BAUT  BLACK STEEL, STAINLESS STEEL, MILD STEEL PUTIH DAN MILD STEEL KUNING UNTUK MESIN TAMPING RAMMER DENGAN MENGGUNAKAN TENSILE TEST MACHINE Setyo Nugrowibowo; Setyo Nugrowibowo
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin tamping rammer merupakan mesin pemadat yang bekerja dengan mengombinasikan gaya tekanan dan getaran. Salah satu komponen penting pada mesin ini adalah baut pengikat pada bagian rammer shoe yang berfungsi menahan beban dinamis akibat tumbukan langsung dengan permukaan tanah. Permasalahan yang sering terjadi pada mesin tamping rammer adalah keausan dan patahnya baut, terutama apabila pengencangan baut tidak dilakukan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tarik beberapa jenis baut yang umum digunakan pada mesin tamping rammer menggunakan tensile test machine. Jenis baut yang diuji terdiri dari baut black steel, stainless steel, mild steel putih, dan mild steel kuning dengan ukuran M10 dan panjang 70 mm. Metode penelitian menggunakan data primer hasil pengujian tarik secara langsung terhadap masing-masing spesimen sebanyak lima kali pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baut black steel memiliki rata-rata tegangan maksimum tertinggi dibandingkan baut lainnya sehingga mempunyai kemampuan menahan beban paling baik. Tegangan yield tertinggi dimiliki oleh baut stainless steel, sedangkan regangan tertinggi dimiliki oleh baut mild steel kuning. Baut black steel memiliki modulus elastisitas tertinggi sehingga lebih kaku dan memiliki kemungkinan patah lebih kecil dibandingkan baut lainnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, baut black steel direkomendasikan untuk diaplikasikan pada mesin tamping rammer
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU PENUAAN (AGING) PERLAKUAN PANAS T6 TERHADAP UKURAN BUTIR PADA CORAN REMELTING AA 6061 Abubakarkhoiri Abu Bakar; Harjo Seputro; Moh Mufti; Mastuki Mastuki; Moh. Nor Ali Aziz
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium paduan AA6061 merupakan salah satu material yang banyak digunakan pada industri otomotif, manufaktur, dan konstruksi karena memiliki kombinasi sifat mekanik yang baik, ketahanan korosi tinggi, serta bobot yang ringan. Namun, proses remelting pada aluminium dapat menyebabkan perubahan struktur mikro yang berdampak pada penurunan sifat mekanik material. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat mekanik tersebut adalah perlakuan panas T6, yang terdiri atas proses solution treatment dan artificial aging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur dan waktu aging pada perlakuan panas T6 terhadap ukuran butir, struktur mikro, dan kekerasan aluminium AA6061 hasil remelting. Metode penelitian diawali dengan proses remelting aluminium AA6061 menggunakan tungku krusibel pada temperatur 650–750°C, kemudian logam cair dituang ke dalam cetakan baja dan didinginkan pada suhu ruang hingga membentuk spesimen cor. Setelah dilakukan proses finishing dan preparasi spesimen, material diberikan perlakuan panas T6 dengan temperatur aging 165°C, 185°C, dan 205°C serta variasi waktu penahanan selama 1,5 jam, 2,5 jam, dan 3,5 jam. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kekerasan Brinell berdasarkan standar ASTM E10, pengamatan struktur mikro menggunakan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX), serta pengukuran ukuran butir menggunakan metode Jeffries sesuai ASTM E112. Analisis ukuran butir dilakukan dengan menghitung jumlah butir yang berada di dalam lingkaran pengamatan dan jumlah butir yang memotong lingkaran, kemudian dikonversi menjadi nilai ukuran butir ASTM (ASTM Grain Size Number). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan panas T6 memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan struktur mikro, ukuran butir, dan nilai kekerasan aluminium AA6061 hasil remelting. Nilai kekerasan raw material sebesar 81,04 HB, sedangkan spesimen tanpa perlakuan panas (tanpa T6) mengalami penurunan hingga 38,76 HB akibat proses remelting. Setelah perlakuan panas T6, nilai kekerasan meningkat dengan rentang 46,40–64,72 HB, dimana nilai tertinggi diperoleh pada spesimen D1 (205°C selama 1,5 jam) sebesar 64,72 HB, sedangkan nilai terendah diperoleh pada spesimen D2 (205°C selama 2,5 jam) sebesar 46,40 HB. Hasil pengamatan SEM menunjukkan bahwa perlakuan panas menyebabkan perubahan morfologi struktur mikro serta pertumbuhan ukuran butir yang dipengaruhi oleh kombinasi temperatur dan waktu aging. Semakin tinggi temperatur dan semakin lama waktu penahanan, kecenderungan pertumbuhan butir semakin besar sehingga memengaruhi sifat mekanik material. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan panas T6 mampu meningkatkan kekerasan aluminium AA6061 hasil remelting dibandingkan kondisi tanpa perlakuan panas. Variasi temperatur dan waktu aging berpengaruh terhadap perubahan struktur mikro dan ukuran butir yang selanjutnya memengaruhi sifat mekanik material. Kondisi perlakuan panas dengan temperatur 205°C dan waktu aging 1,5 jam memberikan kombinasi sifat mekanik terbaik pada penelitian ini karena menghasilkan nilai kekerasan tertinggi setelah proses remelting.
ANALISA WET FILM THICKNESS (WFT) PAINTING SYSTEM AIRLESS & CONVENTIONAL SPRAY DENGAN DRY FILM THICKNESS (DFT) 100 MIKRON MEMAKAI INTERSEAL 670 HS PADA PELAT SS400 Hizbul Wathon; Maula Nafi'; Edi Santoso; Ichlas Wahid; Zainun Zainun
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses coating pada material baja merupakan salah satu metode perlindungan permukaan terhadap korosi dan degradasi akibat lingkungan. Dalam aplikasi coating, pengendalian Wet Film Thickness (WFT) dan Dry Film Thickness (DFT) menjadi parameter penting karena ketebalan lapisan basah berpengaruh langsung terhadap pencapaian ketebalan lapisan kering sesuai spesifikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil aplikasi cat epoxy Interseal 670 HS menggunakan metode airless spray dan conventional spray terhadap nilai WFT dalam mencapai target DFT 100 µm pada plat baja SS400. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui tahapan pemeriksaan material, surface preparation dengan proses blasting hingga mencapai standar kebersihan Sa 2½ / SSPC-SP10, pengujian kondisi permukaan, pengukuran kondisi lingkungan, aplikasi cat, serta pengukuran ketebalan lapisan. Parameter yang diamati meliputi WFT, DFT, konsumsi campuran cat, dan waktu pengerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan material telah memenuhi persyaratan aplikasi coating dengan surface roughness rata-rata 125 µm, dust level 2, dan kondisi lingkungan yang layak untuk pengecatan. Metode airless spray menghasilkan rata-rata WFT yang lebih tinggi pada tiap layer, yaitu 50 µm, 90 µm, dan 150 µm, dibandingkan conventional spray sebesar 35 µm, 65 µm, dan 115 µm. Hasil pengukuran DFT menunjukkan bahwa airless spray menghasilkan rata-rata 131,6 µm, sehingga melebihi target 100 µm, sedangkan conventional spray hanya menghasilkan rata-rata 85,44 µm. Dari sisi efisiensi material, total campuran cat dan thinner teoritis untuk airless spray adalah 0,17439 liter, sedangkan conventional spray 0,20610 liter. Selain itu, waktu total pengerjaan metode airless spray adalah 15 menit 37 detik, lebih cepat dibandingkan conventional spray yaitu 16 menit 40 detik. Dengan demikian, metode airless spray lebih efektif dalam menghasilkan ketebalan lapisan yang memenuhi target serta lebih efisien dari sisi waktu dan penggunaan material. Kata kunci: Wet Film Thickness, Dry Film Thickness, airless spray, conventional spray, Interseal 670 HS, SS400.
ANALISIS PEMBENTUKAN INTERMETALIK PADA HASIL CORAN REMELTING AA 6061 AKIBAT PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU PENUAAN (AGING) PADA PERLAKUAN T6 Akmal Hakim; Harjo Seputro; Elisa Sulistyorini; Ismail Ismail; Indah Nurpriyanti
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paduan aluminium AA 6061 merupakan material yang banyak digunakan pada aplikasi struktural karena memiliki kombinasi sifat ringan, ketahanan korosi yang baik, serta kemampuan pengerasan melalui perlakuan panas. Pada material hasil remelting, proses peleburan ulang berpotensi meningkatkan pembentukan senyawa intermetalik, khususnya fasa berbasis Fe–Si yang bersifat keras dan getas sehingga dapat menurunkan keuletan dan performa mekanik material. Oleh karena itu, pengontrolan parameter perlakuan panas T6 sangat penting dalam mengoptimalkan struktur mikro paduan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur dan waktu penuaan (aging) perlakuan panas T6 terhadap pembentukan intermetalik pada coran hasil remelting AA 6061. Proses penelitian meliputi remelting AA 6061 menggunakan metode ingot mold casting, dilanjutkan dengan solution heat treatment pada temperatur 540°C selama 1 jam, quenching, serta artificial aging dengan variasi temperatur 165°C, 185°C, dan 205°C serta waktu penahanan 1:30, 2:30, dan 3:30 jam. Karakterisasi strukturmikro dan mengidentifikasi senyawa intermetalik dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope–Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Berdasarkan penelitian sebelumnya, variasi temperatur dan waktu aging berpengaruh signifikan terhadap presipitasi Mg₂Si dan distribusi intermetalik Fe–Si, yang secara langsung memengaruhi sifat mekanik paduan aluminium seri 6xxx. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman ilmiah mengenai hubungan parameter aging dengan evolusi intermetalik, serta menjadi dasar penentuan kondisi perlakuan panas T6 yang optimal pada AA 6061 hasil remelting
MODIFIKASI DIGITAL COMPRESSION TESTER SEBAGAI ALAT DIAGNOSA KEBOCORAN KOMPRESI PADA ENGINE TRAKTOR JOHN DEERE 6068 Erik Tri Mahyudi; Bagas Prabowo; Endra Saputra; Luki Indratmoko
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Engine compression leakage testing is a crucial step in preventive maintenance to detect performance issues. However, conventional compression testers often have limitations in terms of accuracy and inefficient data documentation capabilities. Therefore, this research aims to modify a digital compression tester set to be a more accurate and efficient diagnostic tool for detecting compression leakage on John deere 6068 tractor engines. Testing was conducted by comparing the measurement results of the modified tool with a conventional tool on tractor engines experiencing a performance decline. Based on the research results that have been conducted, it can be concluded that the modification of the analog compression tester to a digital version has been successfully realized. The developed tool is capable of providing more accurate compression pressure measurement results with an average deviation of 0,56 % compared to the analog type of 3.88%.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Tip Nozzle Airless Spray terhadap Ketebalan dan Adhesi Epoxy Coating Interseal 670 HS pada H-beam SS400 Ade Erlangga Ramadhany Erlangga; Maula Nafi'; I Made Kastiawan; Royyan Firdaus; Eka Marliana
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi Tip Nozzle airless spray terhadap ketebalan lapisan (Wet Film Thickness (WFT) dan Dry Film Thickness (DFT)), efisiensi penggunaan material coating melalui parameter Material Usage Rate (MUR) dan Film Thickness Utilization Index (FTUI), serta hubungan antara WFT dan DFT pada aplikasi epoxy coating Interseal 670HS pada material H-Beam SS400. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga variasi Tip Nozzle, yaitu 217, 219, dan 517, sedangkan parameter penyemprotan seperti tekanan, jarak semprot, sudut aplikasi, operator, dan kondisi lingkungan dijaga konstan. Pengukuran WFT dilakukan menggunakan Wet Film Comb Gauge, sedangkan DFT diukur menggunakan coating thickness gauge. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene's Test, One-Way ANOVA, Kruskal-Wallis, Mann-Whitney U, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi Tip Nozzle tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap WFT (p = 0,578), tetapi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap DFT (p = 0,038). Tip Nozzle 517 menghasilkan rata-rata WFT dan DFT tertinggi, sedangkan Tip Nozzle 217 menghasilkan DFT yang paling mendekati target 150 µm. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa Tip Nozzle 219 memiliki nilai MUR tertinggi sebesar 47,8% dan efisiensi penggunaan cat sebesar 2,80 m²/L sehingga menjadi variasi nozzle yang paling efisien. Analisis regresi menunjukkan hubungan linier positif antara WFT dan DFT dengan persamaan DFT = 107,475 + 0,284(WFT), nilai koefisien korelasi R = 0,689, koefisien determinasi R² = 0,475, serta signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan bahwa WFT berpengaruh nyata terhadap DFT. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pemilihan Tip Nozzle untuk memperoleh ketebalan lapisan yang memenuhi spesifikasi dengan penggunaan material coating yang lebih efisien.
ANALISIS KEKUATAN IMPAK POLIMER KOMPOSIT HIBRIDA BERPENGUAT SERAT ABAKA-SISAL DENGAN METODE FABRIKASI VACUUM INFUSION Fatkhurrohman Fatkhurrohman
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material komposit polimer hibrida terus dikembangkan sebagai alternatif material ramah lingkungan yang mampu memberikan kombinasi sifat mekanik yang unggul, ringan, dan berkelanjutan. Pada penelitian ini, komposit polimer hibrida dikembangkan dengan memadukan serat abaka dan serat sisal sebagai material penguat dalam matriks polimer. Kombinasi kedua jenis serat alam tersebut diharapkan mampu meningkatkan sifat mekanik, khususnya ketahanan terhadap beban impak dan kemampuan penyerapan energi. Karakteristik komposit hibrida ini berpotensi untuk diaplikasikan pada komponen struktural ringan pada kendaraan, seperti bumper kendaraan, yang memerlukan ketahanan impak tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama perendalam serat 20, 40 dan 60 menit dalam larutan alkali (5%) dengan fraksi massa serat 50% (25% serat abaka dan 25% serat sisal) terhadap kekuatan impak. Fabrikasi dilakukan menggunakan metode Vacuum Assisted Resin Infusion, pengujian impak sesuai standar ASTM D-6110. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lama perendaman alkali memberikan pengaruh terhadap kekuatan impak. Kekuatan impak tertinggi 1,1x10-2 J/mm2 pada perendaman 20 menit, kekuata impak terendah 0,7x10-2 J/mm2 pada perendaman 60 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu perendaman alkali yang berlebihan tidak selalu memberikan peningkatan sifat mekanik, melainkan dapat menurunkan ketangguhan komposit akibat melemahnya kekuatan serat dan ikatan antarmuka serat dengan matriks.
ANALISIS KOMPARATIF KARAKTERISTIK TERMAL REM CAKRAM KENDARAAN KONVENSIONAL DAN REM REGENERATIF PADA KENDARAAN LISTRIK DENGAN VARIASI KECEPATAN PADA TITIK PENGEREMAN Muhamad Ibnu Pebriyanto Hidayatulloh; Adri Fato
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 12 No 1 (2026): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan membandingkan karakteristik termal rem cakram pada kendaraan listrik Hyundai Ioniq 5 dan kendaraan konvensional Hyundai Palisade berdasarkan variasi kecepatan awal pengereman. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan pengujian pada kecepatan 30 km/jam, 50 km/jam, dan 90 km/jam. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai temperatur rata-rata permukaan piringan cakram menggunakan termometer inframerah. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan temperatur rata-rata, perubahan temperatur akibat peningkatan kecepatan, serta estimasi distribusi energi kinetik selama proses pengereman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata rem Hyundai Ioniq 5 sebesar 37,2°C pada kecepatan 30 km/jam serta 38,7°C pada kecepatan 50 km/jam dan 90 km/jam. Sementara itu, Hyundai Palisade menghasilkan temperatur rata-rata sebesar 61,1°C, 73,3°C, dan 94,5°C pada kecepatan yang sama. Kenaikan temperatur kendaraan listrik relatif kecil dibandingkan konvensional, yang menunjukkan beban termal lebih rendah pada sistem pengereman mekanis. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan sistem pengereman regeneratif yang mengurangi energi yang harus didisipasikan sebagai panas. Penelitian ini menyimpulkan kendaraan listrik memiliki karakteristik termal sistem pengereman yang lebih stabil dibandingkan kendaraan konvensional pada kondisi pengujian yang dilakukan. Temuan ini memberikan informasi mengenai pengaruh teknologi pengereman regeneratif terhadap pengurangan temperatur rem mekanis dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengereman kendaraan yang lebih efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2026 2026