Paduan aluminium AA 6061 merupakan material yang banyak digunakan pada aplikasi struktural karena memiliki kombinasi sifat ringan, ketahanan korosi yang baik, serta kemampuan pengerasan melalui perlakuan panas. Pada material hasil remelting, proses peleburan ulang berpotensi meningkatkan pembentukan senyawa intermetalik, khususnya fasa berbasis Fe–Si yang bersifat keras dan getas sehingga dapat menurunkan keuletan dan performa mekanik material. Oleh karena itu, pengontrolan parameter perlakuan panas T6 sangat penting dalam mengoptimalkan struktur mikro paduan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur dan waktu penuaan (aging) perlakuan panas T6 terhadap pembentukan intermetalik pada coran hasil remelting AA 6061. Proses penelitian meliputi remelting AA 6061 menggunakan metode ingot mold casting, dilanjutkan dengan solution heat treatment pada temperatur 540°C selama 1 jam, quenching, serta artificial aging dengan variasi temperatur 165°C, 185°C, dan 205°C serta waktu penahanan 1:30, 2:30, dan 3:30 jam. Karakterisasi strukturmikro dan mengidentifikasi senyawa intermetalik dilakukan menggunakan Scanning Electron Microscope–Energy Dispersive X-ray (SEM-EDX). Berdasarkan penelitian sebelumnya, variasi temperatur dan waktu aging berpengaruh signifikan terhadap presipitasi Mg₂Si dan distribusi intermetalik Fe–Si, yang secara langsung memengaruhi sifat mekanik paduan aluminium seri 6xxx. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman ilmiah mengenai hubungan parameter aging dengan evolusi intermetalik, serta menjadi dasar penentuan kondisi perlakuan panas T6 yang optimal pada AA 6061 hasil remelting
Copyrights © 2026