Material komposit polimer hibrida terus dikembangkan sebagai alternatif material ramah lingkungan yang mampu memberikan kombinasi sifat mekanik yang unggul, ringan, dan berkelanjutan. Pada penelitian ini, komposit polimer hibrida dikembangkan dengan memadukan serat abaka dan serat sisal sebagai material penguat dalam matriks polimer. Kombinasi kedua jenis serat alam tersebut diharapkan mampu meningkatkan sifat mekanik, khususnya ketahanan terhadap beban impak dan kemampuan penyerapan energi. Karakteristik komposit hibrida ini berpotensi untuk diaplikasikan pada komponen struktural ringan pada kendaraan, seperti bumper kendaraan, yang memerlukan ketahanan impak tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama perendalam serat 20, 40 dan 60 menit dalam larutan alkali (5%) dengan fraksi massa serat 50% (25% serat abaka dan 25% serat sisal) terhadap kekuatan impak. Fabrikasi dilakukan menggunakan metode Vacuum Assisted Resin Infusion, pengujian impak sesuai standar ASTM D-6110. Hasil pengujian menunjukkan bahwa lama perendaman alkali memberikan pengaruh terhadap kekuatan impak. Kekuatan impak tertinggi 1,1x10-2 J/mm2 pada perendaman 20 menit, kekuata impak terendah 0,7x10-2 J/mm2 pada perendaman 60 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu perendaman alkali yang berlebihan tidak selalu memberikan peningkatan sifat mekanik, melainkan dapat menurunkan ketangguhan komposit akibat melemahnya kekuatan serat dan ikatan antarmuka serat dengan matriks.
Copyrights © 2026