Penelitian bertujuan membandingkan karakteristik termal rem cakram pada kendaraan listrik Hyundai Ioniq 5 dan kendaraan konvensional Hyundai Palisade berdasarkan variasi kecepatan awal pengereman. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan pengujian pada kecepatan 30 km/jam, 50 km/jam, dan 90 km/jam. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali untuk memperoleh nilai temperatur rata-rata permukaan piringan cakram menggunakan termometer inframerah. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan temperatur rata-rata, perubahan temperatur akibat peningkatan kecepatan, serta estimasi distribusi energi kinetik selama proses pengereman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata rem Hyundai Ioniq 5 sebesar 37,2°C pada kecepatan 30 km/jam serta 38,7°C pada kecepatan 50 km/jam dan 90 km/jam. Sementara itu, Hyundai Palisade menghasilkan temperatur rata-rata sebesar 61,1°C, 73,3°C, dan 94,5°C pada kecepatan yang sama. Kenaikan temperatur kendaraan listrik relatif kecil dibandingkan konvensional, yang menunjukkan beban termal lebih rendah pada sistem pengereman mekanis. Perbedaan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan sistem pengereman regeneratif yang mengurangi energi yang harus didisipasikan sebagai panas. Penelitian ini menyimpulkan kendaraan listrik memiliki karakteristik termal sistem pengereman yang lebih stabil dibandingkan kendaraan konvensional pada kondisi pengujian yang dilakukan. Temuan ini memberikan informasi mengenai pengaruh teknologi pengereman regeneratif terhadap pengurangan temperatur rem mekanis dan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengereman kendaraan yang lebih efisien.
Copyrights © 2026