Abstrak Mesin penetas berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan dalam proses penetasan telur bebek. Kecepatan putaran telur pada mesin penetas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap distribusi suhu didalam mesin. Kecepatan yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat menyebabakan ketidakmerataan suhu, yang berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan penetasan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memodifikasi kecepatan putar pada rak secara otomatis dengan menggunakan dimmer 2000 watt dan menentukan kecepatan putaran yang optimal pada mesin penetas telur bebek secara otomatis. Setiap mesin penetas menggunakan variasi kecepatan putaran yang berbeda. Setiap mesin penetas kecepatan putar yang digunakan pada rak pemutar antara lain 1 rpm, 3 rpm, dan 5 rpm dengan kondisi suhu yang sama. Metode penelitian ini, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 (satu) faktor yaitu kecepatan putaran pada rak dudukan telur. Penelitian ini menggunakan 150 butir telur bebek yang didapat dari peternak bebek langsung dari desa Banjarangkan, kabupaten Klungkung. Setiap perlakuan dilakukan 5 kali ulangan dengan jumlah telur di setiap ulangan sebanyak 10 butir telur bebek. Hasil dari penelitian ini adalah. Ketiga kecepatan putar yang dilakukan pada mesin penetas memiliki nilai persentase fertilitas, mortalitas, dan daya tetas masing-masing kecepatan adalah 74%, 42%, 58% untuk kecepatan 1rpm, 90%, 14%, 86%untuk kecepatan 3 rpm dan kecepatan 5 rpm masing masing 62%, 38%, dan 62%. Perlakuan kecepatan putar 3 rpm menghasilkan tingkat fertilitas, mortalitas, dan daya tetas tertinggi. Abstract The incubator plays an important role in increasing the success of the duck egg hatching process. The speed of egg rotation in the incubator has a significant effect on the temperature distribution inside the machine. Speeds that are too slow or too fast can cause uneven temperatures, which have the potential to reduce the success rate of hatching. The study aims to modify the rotation speed on the rack automatically using a 2000 watt dimmer and determine the optimal rotation speed on the duck egg incubator automatically. Each incubator uses a different rotation speed variation. Each incubator rotation speed used on the rotating rack includes 1 rpm, 3 rpm, and 5 rpm with the same temperature conditions. This research method uses a Completely Randomized Design (CRD) with 1 (one) factor, namely the rotation speed on the egg rack. This study used 150 duck eggs obtained from duck farmers directly from Banjarangkan village, Klungkung district. Each treatment was repeated 5 times with the number of eggs in each repetition of 10 duck eggs. The results of this study are. The three rotation speeds carried out on the incubator have percentage values of fertility, mortality, and hatchability of each speed of 74%, 42%, 58% for a speed of 1 rpm, 90%, 14%, 86% for a speed of 3 rpm and a speed of 5 rpm of 62%, 38%, and 62% respectively. The treatment of a rotation speed of 3 rpm produces the highest levels of fertility, mortality, and hatchability.
Copyrights © 2025