Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Vol 13 No 2 (2025): September

Karakteristik Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Kotoran Kelelawar: Charateristics of Bat Dung-Based Local Microorganism (MOL) Solution

Irwansyah Irwansyah (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
Ida Ayu Gede Bintang Madrini (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
I Nyoman Sucipta (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
Hertiyana Nur Annisa (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)
Mentari Kinasih (Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2025

Abstract

Kotoran kelelawar kaya akan mikroba, termasuk bakteri pelarut fosfat yang mendukung ketersediaan fosfat bagi tanaman. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi dan lama fermentasi terhadap pembuatan larutan MOL dari kotoran kelelawar. Dalam penelitian ini, dilakukan perlakuan dengan dua faktor utama: konsentrasi kotoran kelelawar dan lama fermentasi. Kotoran kelelawar dilarutkan dalam air kelapa dan ditambahkan gula aren, dengan variasi konsentrasi 150 g, 300 g, 450 g, dan 600 gram. Fermentasi dilakukan selama 1 minggu, 3 - 5 minggu. Tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, hingga total terdapat 36 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi Total Plate Count (TPC) dan Bakteri Asam Lactat (BAL). Data diperoleh dianalisis mengunakan analisis ragam Analysis of Varriance (Anova) dengan analisis uji F sesuai perlakuan pengolahan data dengan Software IBM SPSS Statistic versi 25. Hasil uji menyatakan bahwasanya kombinasi perlakuan terbaik untuk pembuatan MOL dari kotoran kelelawar adalah pada perlakuan konsentrasi 300 gram kotoran kelelawar dan lama fermentasi 5 minggu dengan jumlah koloni bakteri terbanyak sebesar 7.28 x 1010cfu/ml dan jumlah Bakteri asam laktat (BAL) sebesar 3.67 x 108 Penelitian ini memberikan informasi penting dalam mengoptimalkan pembuatan MOL dari kotoran kelelawar untuk meningkatkan kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

BETA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, ...