Meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian agen antibakteri alami yang efektif dan aman. Daun kopi robusta (Coffea canephora) mengandung berbagai metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara naratif bukti ilmiah terkait aktivitas antibakteri daun kopi robusta, mekanisme kerja, serta faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah narrative literature review melalui penelusuran literatur pada Google Scholar dalam rentang tahun 2016-2026. Seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, dan full-text review sesuai kriteria yang ditetapkan, sehingga diperoleh 17 artikel yang dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kopi robusta memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, termasuk Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, Streptococcus mutans, serta MRSA. Mekanisme meliputi kerusakan membran sel, penghambatan sintesis dinding sel dan protein, gangguan enzim, serta hambatan pembentukan biofilm. Aktivitasnya dipengaruhi oleh metode dan pelarut ekstraksi, kondisi pengolahan, konsentrasi, dan formulasi. Secara keseluruhan, daun kopi robusta berpotensi sebagai kandidat fitofarmaka dan bahan aktif produk farmasi maupun kosmetik, namun masih diperlukan penelitian in vivo dan uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Copyrights © 2026