Eduvista: Journal of Education and Innovation
Vol. 1 No. 1 (2026): Eduvista: Journal of Education and Innovation

From interfaith harmony to religious moderation education: A conceptual model from the Jetayu area, Pekalongan, Indonesia

Lidya Arafah (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Dini Valencia Kholifatun Khasanah (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Navilatul Maimunah (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Abidatul Dhulkamala (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Mutiara Aqila (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Zalfa Zahirotul Jannah (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Elok Nailuna (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Farah Amelia Efendi (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Ika Ismatul Hawa (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)
Arditya Prayogi (Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
10 Jul 2026

Abstract

Interfaith harmony has been widely examined as a form of social cohesion; however, its role as a foundation for religious moderation education within multicultural public spaces remains underexplored. This study aims to analyze interfaith harmony practices in the Jetayu Area, Pekalongan City, as a basis for religious moderation education through the perspective of the four pillars of religious moderation. A qualitative case study approach was employed using observation, in-depth interviews with seven informants, document analysis, and the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that interfaith communication, shared public space management, community participation, and local cultural values foster interfaith harmony that internalizes national commitment, tolerance, anti-violence, and accommodation toward local culture. This study contributes by proposing the conceptual model Religious Moderation Education through Interfaith Harmony in Public Multicultural Space as a new perspective for developing community-based religious moderation education. Abstrak Harmoni lintas iman telah banyak dikaji sebagai bentuk kerukunan sosial, namun perannya sebagai basis pendidikan moderasi beragama di ruang publik multikultural masih belum banyak dijelaskan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik harmoni lintas iman di Kawasan Jetayu, Kota Pekalongan, sebagai basis pendidikan moderasi beragama melalui perspektif empat pilar moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tujuh informan, studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi lintas iman, pengelolaan ruang publik bersama, partisipasi masyarakat, dan nilai budaya lokal membentuk harmoni lintas iman yang menginternalisasi komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan model konseptual Religious Moderation Education through Interfaith Harmony in Public Multicultural Space sebagai perspektif baru dalam pengembangan pendidikan moderasi beragama berbasis masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

eduvista

Publisher

Subject

Description

Eduvista: Journal of Education and Innovation is a peer-reviewed scholarly journal that publishes high-quality research, conceptual papers, review articles, and case studies on education and educational innovation. The journal provides a platform for researchers, educators, policymakers, and ...