Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan pendidikan Islam pemikiran Imam Al-Ghazali, merumuskan implikasinya terhadap manajemen madrasah, serta memetakan relevansi penerapannya di era modern. Penelitian kualitatif jenis studi pustaka (library research) ini menganalisis karya-karya utama Al-Ghazali dan literatur manajemen pendidikan Islam secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Al-Ghazali meletakkan kesucian niat (ikhlāṣ), penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), dan keteladanan moral (uswah ḥasanah) sebagai fondasi transendental dalam memikul amanah tata kelola guna mencapai keselamatan dunia dan akhirat (sa‘ādah). Implikasi konseptual ini mentransformasi manajemen madrasah melalui perwujudan Tiga Pilar Utama—keahlian (kafā'ah), keadilan ('adālah), dan kebijaksanaan (ḥikmah)—pada sistem rekrutmen SDM yang objektif, pengambilan keputusan berbasis musyawarah inklusif, serta pembentukan budaya organisasi religius. Di tengah tantangan birokrasi, akselerasi digitalisasi, dan komersialisasi pendidikan modern, nilai-nilai Al-Ghazali sangat relevan difungsikan sebagai ruh pengendali teknologi dan instrumen manajemen modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis antara etika klasik Al-Ghazali dan tata kelola modern melahirkan model kepemimpinan holistik yang mampu mengatasi krisis keteladanan serta mewujudkan madrasah yang adaptif, akuntabel, dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Copyrights © 2026