Pengelolaan lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan ketika struktur organisasi yang secara formal telah tersedia tidak diikuti dengan distribusi kewenangan yang proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentralisasi kewenangan dan implikasinya terhadap keberfungsian peran manajerial dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan sentralisasi, delegasi kewenangan, struktur organisasi, pembagian kerja, koordinasi, dan manajemen pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan sintesis konseptual terhadap berbagai perspektif teoritis dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemusatan keputusan yang berlebihan menciptakan ketergantungan organisasi terhadap pimpinan, memperbesar beban koordinasi, dan membatasi otonomi unit kerja. Pada saat yang sama, lemahnya distribusi peran menyebabkan ketidakseimbangan antara tanggung jawab, kewenangan, dan kompetensi sehingga memunculkan inefisiensi, ketidakjelasan akuntabilitas, serta lemahnya kapasitas organisasi untuk bekerja secara mandiri. Temuan tersebut menegaskan bahwa efektivitas lembaga pendidikan Islam memerlukan arsitektur kewenangan yang mampu membedakan ranah strategis dan operasional. Pimpinan tetap berfungsi sebagai pengarah dan pengendali strategis, sedangkan kewenangan operasional perlu didelegasikan secara proporsional berdasarkan kompetensi dan tanggung jawab. Dengan demikian, distribusi kewenangan menjadi instrumen penting dalam membangun organisasi pendidikan Islam yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026