Kesenjangan antara ekspektasi kinerja dan pemenuhan hak pendidik menjadi persoalan manajerial yang dapat memengaruhi kualitas hubungan kerja dan keberlanjutan kinerja dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara tuntutan kinerja, pemenuhan hak pendidik, dan keadilan organisasional dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan keadilan organisasional, social exchange theory, perceived organizational support, psychological contract, motivasi kerja, dan manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi pola hubungan antara tuntutan organisasi, pemenuhan hak, persepsi keadilan, dan respons pendidik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tuntutan kinerja yang tinggi tanpa diimbangi kepastian pemenuhan hak dan dukungan organisasi berpotensi menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan kerja. Persepsi keadilan menjadi mekanisme penting yang menentukan bagaimana pendidik memaknai perlakuan organisasi dan merespons tuntutan kinerja. Konsistensi pemenuhan hak, transparansi prosedur, kualitas komunikasi, serta proporsionalitas beban kerja berperan dalam membangun kepercayaan dan mempertahankan kontribusi profesional. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pendidik perlu ditempatkan dalam sistem manajemen yang mengintegrasikan tuntutan, dukungan, akuntabilitas, dan keadilan organisasional. Pengelolaan sumber daya manusia yang berlandaskan prinsip keadilan dan amanah menjadi fondasi penting bagi terciptanya hubungan kerja yang kredibel serta kinerja yang berkelanjutan dalam lembaga pendidikan Islam.
Copyrights © 2026