Penerapan Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) di RS Radjak Salemba meningkatkan efisiensi namun memunculkan risiko keamanan data pasien. Penelitian ini mengevaluasi postur keamanan siber RME menggunakan standar terbaru NIST Cybersecurity Framework (CSF) 2.0 melalui pendekatan Tingkatan Implementasi (Implementation Tiers). Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan berdasarkan enam fungsi inti: Govern, Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover. Hasil analisis menunjukkan postur organisasi secara umum berada pada Tier 1 (Partial), mencerminkan pengelolaan risiko yang reaktif. Meski fungsi teknis (Protect, Recover) mencapai Tier 2 (Risk-Informed) berkat enkripsi dan backup, kelemahan fundamental pada tata kelola (Govern) dan deteksi (Detect) menciptakan disparitas signifikan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan Risk Register formal dan Incident Response Playbook untuk mentransformasi postur keamanan menuju Tier 3 (Repeatable) dalam 12 bulan, menjamin perlindungan data pasien yang terstandar dan adaptif.
Copyrights © 2025