Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Karawang berdasarkan model An Integrative Framework for Collaborative Governance dari Emerson, Nabatchi, dan Balogh (2012). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif tipe 2. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dan data dikumpulkan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi didorong oleh permasalahan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang belum tertangani, sehingga mendorong inisiatif aktor nonpemerintah untuk membangun kolaborasi. Dinamika kolaborasi pada awalnya berjalan efektif melalui terbentuknya pemahaman, komitmen, dan kepercayaan bersama, namun kemudian melemah akibat perubahan struktural serta pergeseran prioritas anggaran dan kebijakan pendidikan inklusif. Aksi kolaborasi diwujudkan melalui pelatihan tiga tahap pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan sekolah dalam menerima dan melayani anak berkebutuhan khusus. Program ini berdampak meningkatkan pengetahuan guru, namun optimalisasi dampaknya memerlukan dukungan GPK, sarana-prasarana, pendanaan, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan kebijakan dan memperkaya kajian collaborative governance dalam pendidikan inklusif. Penelitian ini terbatas di Kabupaten Karawang, sehingga mendorong penelitian lanjutan pada konteks daerah lainya.
Copyrights © 2026