Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Disnakertrans Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan angka serapan tenaga kerja melalui Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2024–2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka Strategic Triangle oleh Moore (1995) yang meliputi nilai publik, lingkungan kewenangan, dan kapasitas operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dijalankan telah menciptakan nilai publik melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, peningkatan kompetensi dan sertifikasi peserta, serta perluasan peluang kerja dan kewirausahaan peserta. Program ini juga mendapat legitimasi regulasi, pendanaan, serta kolaborasi pentahelix lintas sektor. Dari sisi kapasitas operasional telah tersedia instruktur, kurikulum berbasis kompetensi, sarana pelatihan, serta sistem monitoring dan evaluasi alumni. Meskipun demikian, efektivitas strategi masih dipengaruhi oleh keterbatasan jumlah instruktur bersertifikat, kebutuhan modernisasi fasilitas pelatihan, dan perlunya penyesuaian kurikulum terhadap dinamika pasar kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi telah berjalan cukup baik dalam mendukung peningkatan serapan tenaga kerja, namun belum mampu secara optimal mengatasi persoalan pengangguran yang dipengaruhi oleh faktor eksternal program pelatihan.
Copyrights © 2026