Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan konten digital terhadap pembentukan sikap Fear of Missing Out (FOMO) pada mahasiswa Universitas Palangka Raya. Di era digital, media sosial seperti TikTok telah menjadi kebutuhan utama kalangan muda, dengan lebih dari 60% penggunanya di Indonesia berusia 18-24 tahun. Paparan konten digital yang tinggi dapat menimbulkan FOMO, yaitu kecemasan dan ketakutan tertinggal dari pengalaman orang lain.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 30 responden mahasiswa Universitas Palangka Raya yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur paparan konten digital (model AIDA) dan sikap FOMO (aspek relatedness dan self/autonomy). Hasil penelitian menunjukkan paparan konten digital berpengaruh signifikan terhadap pembentukan FOMO. Mayoritas mahasiswa (93,3%) memberikan respons positif terhadap konten digital yang mampu menarik perhatian hingga mendorong tindakan. Pada aspek FOMO, 86,7% responden khawatir kehilangan momen kebersamaan, 86,7% merasa tidak bebas dan lebih sering menggunakan internet, 73,3% cenderung menggunakan internet saat merasa tidak mampu, dan 70% mengakui internet memengaruhi keputusan sehari-hari.Paparan konten digital melalui TikTok tidak hanya memengaruhi perilaku konsumtif tetapi juga memperkuat FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan literasi digital kritis dan regulasi diri bagi mahasiswa.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh paparan konten digital terhadap pembentukan sikap Fear of Missing Out (FOMO) pada mahasiswa Universitas Palangka Raya. Di era digital, media sosial seperti TikTok telah menjadi kebutuhan utama kalangan muda, dengan lebih dari 60% penggunanya di Indonesia berusia 18-24 tahun. Paparan konten digital yang tinggi dapat menimbulkan FOMO, yaitu kecemasan dan ketakutan tertinggal dari pengalaman orang lain.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan 30 responden mahasiswa Universitas Palangka Raya yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur paparan konten digital (model AIDA) dan sikap FOMO (aspek relatedness dan self/autonomy). Hasil penelitian menunjukkan paparan konten digital berpengaruh signifikan terhadap pembentukan FOMO. Mayoritas mahasiswa (93,3%) memberikan respons positif terhadap konten digital yang mampu menarik perhatian hingga mendorong tindakan. Pada aspek FOMO, 86,7% responden khawatir kehilangan momen kebersamaan, 86,7% merasa tidak bebas dan lebih sering menggunakan internet, 73,3% cenderung menggunakan internet saat merasa tidak mampu, dan 70% mengakui internet memengaruhi keputusan sehari-hari.Paparan konten digital melalui TikTok tidak hanya memengaruhi perilaku konsumtif tetapi juga memperkuat FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan literasi digital kritis dan regulasi diri bagi mahasiswa.
Copyrights © 2026