Dalam pendidikan sains sekolah dasar, peserta didik perlu memahami hakikat IPA dan pemahaman konseptual, bukan sekadar menghafal fakta. Konsep energi sering dianggap abstrak sehingga dapat menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas model pembelajaran kooperatif Jigsaw dan CIRC terhadap hasil belajar (penguasaan konsep, keterampilan, dan sikap) dalam pembelajaran konversi energi pada peserta didik kelas empat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen murni dan desain kelompok kontrol pretest–posttest. Data penguasaan konsep dianalisis melalui uji Shapiro-Wilk pada taraf signifikansi 0,05. Karena data tidak berdistribusi normal, perbedaan peningkatan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U terhadap skor N-gain. Hasil menunjukkan kelas Jigsaw memperoleh N-gain penguasaan konsep sebesar 70% (kategori tinggi), sikap sebesar 68% (kategori sedang), dan keterampilan sebesar 50% (kategori sedang). sedangkan kelas CIRC memperoleh 61% (kategori sedang), sikap sebesar 58%(kategori sedang, dan keterampilan sebesar 51% (kategori sedang). Secara umum, kedua model efektif meningkatkan penguasaan konsep, keterampilan, dan sikap. Model Jigsaw lebih unggul pada domain penguasaan konsep, sedangkan CIRC sedikit lebih tinggi pada domain keterampilan.
Copyrights © 2026