Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang memerlukan deteksi dini karena berkaitan dengan komplikasi maternal dan neonatal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan prevalensi kehamilan risiko tinggi di Kabupaten Cilacap tahun 2024 berdasarkan usia ibu, anemia, dan kekurangan energi kronis (KEK), serta variasinya menurut puskesmas. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif berbasis data sekunder 21.542 ibu hamil dari laporan puskesmas. Risiko tinggi didefinisikan apabila ibu hamil berusia <20 tahun atau >35 tahun, Hb <11 g/dL, atau LILA <23,5 cm. Analisis dilakukan secara univariat dengan menghitung frekuensi dan prevalensi. Hasil menunjukkan prevalensi kehamilan risiko tinggi sebesar 37,37%. Faktor risiko yang paling banyak ditemukan adalah usia risiko (16,71%), KEK (16,03%), dan anemia (11,98%). Prevalensi tertinggi ditemukan di Puskesmas Cilacap Utara II (56,36%), Cilacap Selatan II (53,97%), dan Jeruklegi II (52,03%). Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan skrining antenatal berbasis wilayah.
Copyrights © 2026