Ebers Papyrus
Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS

USIA DAN GULA DARAH PUASA SEBAGAI PREDIKTOR KELEMAHAN GENGGAMAN TANGAN: STUDI MULTISENTER DI ENAM KELURAHAN DKI JAKARTA

Tjie Haming Setiadi (Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Alexander Halim Santoso (Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Daniel Goh (Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)
Gracienne (Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
13 Aug 2026

Abstract

Kekuatan genggaman tangan merupakan indikator penting dalam menilai status fungsional dan kesehatan umum, serta menjadi salah satu komponen dalam diagnosis sarkopenia. Usia dan gangguan metabolik seperti hiperglikemia diduga berperan dalam menurunkan fungsi otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran usia dan kadar gula darah puasa sebagai prediktor kelemahan genggaman tangan pada laki-laki dewasa. Penelitian ini merupakan studi potong lintang multicenter yang melibatkan 121 laki-laki dewasa berusia ≥18 tahun di enam kelurahan wilayah DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar gula darah puasa dan profil lipid menggunakan metode dry strip chemical analyzer, serta pengukuran kekuatan genggaman tangan menggunakan dynamometer digital. Analisis statistik dilakukan dengan metode Receiver Operating Characteristic (ROC) untuk menilai nilai prediktif masing-masing variabel terhadap kelemahan otot. Rerata usia responden adalah 48,06 tahun dan rerata kadar gula darah puasa 107,35 mg/dL, dengan nilai maksimum mencapai 524 mg/dL. Sebanyak 34,7% responden mengalami kelemahan genggaman tangan. Analisis ROC menunjukkan bahwa usia merupakan prediktor paling kuat (AUC = 0,763; p < 0,001), diikuti oleh kadar gula darah puasa (AUC = 0,647; p = 0,008), sedangkan parameter lipid tidak menunjukkan signifikansi (p > 0,05). Usia dan kadar gula darah puasa merupakan prediktor signifikan terhadap kelemahan genggaman tangan pada laki-laki dewasa, sehingga dapat dijadikan indikator klinis dalam deteksi dini penurunan fungsi otot. Pemeriksaan sederhana ini sebaiknya dimasukkan ke dalam skrining rutin, khususnya pada populasi usia paruh baya, guna mendukung upaya preventif terhadap gangguan muskuloskeletal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ebers_papyrus

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Ebers Papyrus adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Ebers Papyrus berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli, ...