Perkembangan teknologi informasi menuntut perusahaan untuk menyelaraskan investasi teknologi dengan tujuan bisnis. PT Xtend Integrasi Indonesia sebagai perusahaan integrasi sistem sangat bergantung pada efektivitas tata kelola TI dalam menjaga kualitas layanan dan kepercayaan klien. Namun, perusahaan masih menghadapi kendala berupa belum terukurnya efektivitas tata kelola TI, mitigasi risiko yang cenderung reaktif, serta pengelolaan insiden layanan yang belum sepenuhnya terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tata kelola TI menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 dengan metode campuran (mixed methods) melalui wawancara, observasi, studi dokumen, dan kuesioner. Analisis sebelas design factors COBIT 2019 menghasilkan empat domain prioritas, yaitu EDM03 (Ensure Risk Optimisation), APO12 (Manage Risk), BAI06 (Manage IT Changes), dan DSS02 (Manage Service Requests and Incidents). Hasil penilaian menunjukkan tingkat kapabilitas saat ini berada pada Level 2 (Managed) hingga Level 3 (Defined), sedangkan target organisasi adalah Level 4 (Quantitative), sehingga terdapat kesenjangan sebesar satu hingga dua level. Kesenjangan terbesar ditemukan pada manajemen risiko dan pengelolaan layanan. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pembentukan komite risiko TI, penerapan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC), penetapan metrik kuantitatif pasca-perubahan sistem, serta optimalisasi platform IT Service Management (ITSM). Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas tata kelola TI, meminimalkan risiko operasional, dan mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.
Copyrights © 2026