Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi komunikasi sosial Kodam VI dalam penanggulangan praktik destructive fishing serta implikasi kebijakan terhadap kelestarian terumbu karang di Kepulauan Sangkarrang, Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive, meliputi aparat Kodam VI, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi sosial yang dilakukan secara persuasif, partisipatif, dan berbasis pendekatan teritorial mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap dampak negatif destructive fishing. Namun demikian, perubahan perilaku masyarakat belum sepenuhnya optimal karena masih dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan keterbatasan alternatif mata pencaharian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi sosial memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung implementasi kebijakan penanggulangan destructive fishing dan pelestarian terumbu karang, namun perlu didukung oleh sinergi kebijakan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026