Sistem keamanan rumah memerlukan tidak hanya kemampuan mendeteksi akses tidak sah, tetapi juga autentikasi pengguna, dokumentasi visual, dan penyampaian notifikasi jarak jauh. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan rumah berbasis Internet of Things (IoT) yang mengintegrasikan sensor Reed Switch, autentikasi RFID, Arduino Uno, ESP32-CAM, penyimpanan MicroSD, dan notifikasi Telegram. Tiga sensor Reed Switch dipasang pada satu pintu dan dua jendela untuk mendeteksi perubahan kondisi fisik, sedangkan modul RFID MFRC522 digunakan untuk membedakan akses sah dan tidak sah. Ketika akses tidak sah terdeteksi, sistem mengaktifkan alarm lokal, melakukan akuisisi citra menggunakan ESP32-CAM, menyimpan citra pada MicroSD, dan mengirimkan notifikasi beserta citra kepada pengguna melalui Telegram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor Reed Switch mampu mendeteksi pembukaan pintu dan jendela pada jarak pemicu 20–40 mm. Mekanisme autentikasi RFID memberikan periode akses aman selama 30 detik bagi kartu terdaftar. Pada kondisi Wi-Fi stabil, citra diterima melalui Telegram dalam waktu 3–6 detik, sedangkan pada kondisi kualitas jaringan menurun, waktu penerimaan meningkat menjadi 8–15 detik. Citra hasil akuisisi juga berhasil disimpan secara lokal pada MicroSD. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan deteksi kondisi fisik, autentikasi akses, alarm lokal, dokumentasi visual, penyimpanan lokal, dan notifikasi jarak jauh dalam satu prototipe sistem keamanan rumah berbasis IoT.
Copyrights © 2026