Penjadwalan CPU merupakan komponen krusial dalam sistem operasi modern untuk memastikan alokasi sumber daya komputasi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efisiensi kinerja tiga algoritma penjadwalan utama, yaitu First-Come First-Served (FCFS), Round Robin (RR) dengan time quantum 2 ms, dan Priority Scheduling (Non-Preemptive). Metode yang diterapkan adalah eksperimen berbasis simulasi menggunakan OS Simulator visual dengan dataset standar yang terdiri dari lima proses dengan variasi waktu kedatangan dan durasi eksekusi (burst time). Kinerja algoritma dievaluasi berdasarkan dua parameter utama: Average Waiting Time (AWT) dan Average Turnaround Time (ATAT). Hasil simulasi menunjukkan fenomena di mana FCFS dan Round Robin menghasilkan rata-rata waktu tunggu yang identik sebesar 7.8 ms, sedangkan Priority Scheduling mencatat kinerja terburuk dengan AWT 9.2 ms akibat terjadinya masalah starvation pada proses berprioritas rendah. Kesimpulannya, meskipun FCFS efisien untuk beban kerja sederhana, Round Robin terbukti lebih unggul dalam aspek keadilan distribusi waktu pemrosesan. Sebaliknya, penggunaan Priority Scheduling statis tidak disarankan tanpa penerapan mekanisme aging. Temuan ini memberikan validasi empiris bagi pengembang sistem dalam memilih strategi penjadwalan yang tepat sesuai karakteristik beban kerja.
Copyrights © 2026