Latar belakang pengabdian ini adalah masalah penumpukan sampah organik di lingkungan SD Negeri 276 Lattappere akibat lokasinya yang berdekatan dengan pasar tradisional, serta peran komite sekolah yang selama ini pasif dan terbatas pada urusan administratif. Topik ini sangat penting diangkat guna meningkatkan sanitasi lingkungan sekolah dan memberdayakan komite sekolah melalui pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah terpadu. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan terstruktur: sosialisasi program, pelatihan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah dan drum komposter, pendampingan berkala, serta penyusunan rencana keberlanjutan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra yang signifikan, dibuktikan dengan terbentuknya Tim Pengelolaan Sampah resmi berdasarkan SK Kepala Sekolah, terlaksananya bimbingan teknis tata kelola sekolah bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, serta operasionalisasi mesin pencacah dan drum komposter secara mandiri. Pupuk organik cair dan padat yang dihasilkan kemudian diaplikasikan langsung pada puluhan pot tanaman untuk mendukung rintisan kawasan ekowisata edukatif di sekolah. Kesimpulannya, program ini sangat penting dan bernilai strategis sebagai model solusi sanitasi sekolah yang berhasil mengubah sampah menjadi media pembelajaran produktif sekaligus mengaktifkan peran komite sekolah secara nyata.
Copyrights © 2026