Pengelolaan sampah di Desa Plumbon, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pemilahan serta pemanfaatan sampah organik dan anorganik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya strategi pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan edukasi dan praktik secara langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis edukasi melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk kerajinan. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan ibu rumah tangga, guru, siswa sekolah dasar, dan anak-anak desa dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan mengenai dampak sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, edukasi pemilahan sampah, praktik pembuatan kompos menggunakan komposter sederhana, serta pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan melalui pendekatan learning by playing. Data kegiatan dikumpulkan melalui observasi, wawancara sederhana, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi edukasi, partisipasi, dan praktik langsung dapat meningkatkan pemahaman serta keterampilan peserta dalam mengelola sampah. Sampah organik berhasil dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos, sementara sampah anorganik diolah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan estetika. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan keterlibatan masyarakat dan lingkungan sekolah dalam membangun perilaku pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta berorientasi pada keberlanjutan.
Copyrights © 2026