Nyeri akut merupakan keluhan yang sering muncul setelah tindakan histerektomi dan dapat mengganggu kenyamanan, aktivitas, tidur, serta proses pemulihan perempuan menopause. Pengabdian Masyarakat (PKM) ini bertujuan mendeskripsikan penerapan terapi murottal dan deep breathing (TM-DB) sebagai pendekatan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri pascahisterektomi. Artikel disusun berdasarkan data yang terdokumentasi dalam Pengabdian Masyarakat (PKM), meliputi data studi pendahuluan di RS Pusri Palembang dan hasil telaah sepuluh artikel yang relevan. Intervensi TM-DB dalam dokumen sumber dilakukan satu kali sehari selama 10–15 menit dan penilaian nyeri menggunakan pain assessment tool/Numeric Rating Scale. Data studi pendahuluan menunjukkan populasi pasien histerektomi sebanyak 26 pasien pada Januari–September, sedangkan dua dari tiga pasien yang diamati melaporkan nyeri pascaoperasi. Hasil telaah menunjukkan terapi murottal menurunkan nyeri pada 75% pasien dalam salah satu kegiatan, sedangkan studi kasus kombinasi relaksasi napas dalam dan distraksi murotal menunjukkan penurunan nyeri dari skala 5 menjadi 3 pada satu pasien dan dari 5 menjadi 4 pada pasien lainnya setelah tiga hari. Dengan demikian, TM-DB memiliki potensi sebagai intervensi komplementer dalam manajemen nyeri pascahisterektomi. Media video pada judul merupakan bentuk pengemasan edukasi; parameter intervensi tetap mengikuti data yang terdokumentasi pada sumber utama.
Copyrights © 2026