Pernikahan dini masih menjadi salah satu permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan reproduksi, keberlanjutan pendidikan, serta kualitas hidup remaja. Terbatasnya pengetahuan remaja dan orang tua mengenai risiko pernikahan dini mendorong perlunya upaya edukasi berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja serta orang tua mengenai bahaya pernikahan dini melalui penyuluhan yang dilaksanakan di Posyandu Remaja Pelangi, Dusun Bondet, Desa Gayamdompo, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap observasi, identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan edukasi, diskusi interaktif, dan evaluasi, dengan sasaran kegiatan sebanyak 30 remaja dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan angket respon yang diisi secara lengkap oleh 25 peserta remaja untuk mengetahui persepsi terhadap materi, metode penyampaian, serta manfaat kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat baik: 96% peserta menyatakan materi mudah dipahami, 100% menilai materi menarik, 97% menyatakan memperoleh tambahan pengetahuan, dan 93% termotivasi untuk menunda pernikahan hingga memiliki kesiapan fisik, mental, dan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi melalui Posyandu Remaja efektif sebagai media peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan pernikahan dini. Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan remaja, orang tua, kader kesehatan, dan pemerintah desa.
Copyrights © 2026