Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan gizi yang memiliki berbagai dampak di bidang kesehatan, perkembangan anak, dan ekonomi. Angka kejadian stunting di Kudus yakni 19% dan Puskesmas Rejosari menempati urutan pertama se- kabupaten dengan kejadian stunting terbanyak sebesar 8,2%. Pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI merupakan faktor penyebab langsung kejadianstunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI dengan kejadian stunting di Puskesmas Rejosari.Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode penelitian observasional analitik dan rancangan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik Cluster Sampling, lalu dilanjutkan dengan Purposive Sampling dengan total 106 balita usia 6 – 23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Instrumen penelitian berupa infantometer dan lembar kuesioner. Data diambil dengancara pengukuran antropometri dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square, Fisher Exact, dan uji Mantel Haenszel.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif, usia MP-ASI, bentuk MP-ASI, frekuensi MP-ASI, dan variasi MP-ASI dengan kejadian stunting.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara porsi pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting dan hubungan tersebut tetap signifikan setelah dikontrol oleh variabel kunjungan Ante Natal Care yang teridentifikasi sebagai variabel perancu. Saran untuk para ibu agar meningkatkan kesadaran untuk memperhatikan porsi pemberian MP-ASI yang sesuai untuk anak.
Copyrights © 2026