Indonesian Journal of Public Health and Nutrition
Vol. 6 No. 1 (2026)

Inovasi Galantin Berbasis Ikan Selar dan Daun Kelor Untuk Optimasi Gizi Balita

Maria Dolorosa P. Sogen (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang, Indonesia)
Andrea Putri Sekar Tunjung (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang, Indonesia)
Gregorius Tsiompah (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Latar Belakang: Salah satu cara untuk mengatasi malnutrisi seperti stunting dan wasting pada balita adalah melakukan optimalisasi zat gizi pada menu makanan dengan jalan substitusi pangan lokal pada galantine berbahan dasar ikan selar dan daun kelor. Tujuan penelitian adalah menentukan formulasi galantin dan menganalisis zat gizi dari formulasi terpilih yang diberikan perlakuan kukus dan goreng.Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen dengan Desain Acak Lengkap. Terdapat 4 formulasi galantine dengan bahan dasar daging ayam, ikan selar dan daun kelor yaitu F1 (375: 0), F2 (300: 300), F3 (225 : 150) dan F4(150 : 225). Daun kelor yang digunakan dalam semua formulasi adalah 10%. Parameter daya terima yang diukur adalah warna, aroma, rasa dan tekstur dengan skala pengukuran adalah (1) sangat tidak suka, (2) tidak suka, (3) agak suka, (4) suka dan (5) sangat suka dengan melibatkan 35 panelis semi terlatih. Hasil skor penilaian organoleptik oleh panelis dianalisis menggunakan Excel 2010 dan SNI 01-2346-2006. Selanjutnya formulasi terpilih hasil analisis daya terima, dianalisis kadar protein dan kalsium dengan dibagi menjadi 2 sampel. Sampel formulasi pertama dengan berat 100 gram diberikan perlakuan dikukus. Sampel kedua dengan berat 100 gram, diberikanperlakuan digoreng. Kadar protein galantin dianalisis dengan metode semimikro kjeldahl dan kadar kalsium dengan metode titrasi EDTA. independent t-test untuk analisis perbandingan kadar protein dan kalsium dengan 3x pengulangan.Hasil: hasil analisis diperoleh galantin formulasi 2 adalah paling disukai oleh panelis dari warna, aroma, rasa dan tekstur. Analisis zat gizi dari galantin kukus adalah 17,5 gram protein lebih tinggi dibanding galantin goreng dan kadar kalsium tidak berbeda nyata dengan galantin goreng. Pada balita 1-5 tahun yang mengkonsumsi 2 potong galantin setara 50 gram dapat memenuhi kebutuhan protein harian 44% - 35,2% dan kebutuhan kalsium harian 6,7% - 4,4% dari kebutuhan protein dan kalsiumberdasarkan AKG 2019

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

IJPHN

Publisher

Subject

Public Health

Description

IJPHN published 3 numbers in 1 volume. Published in March, July and November. IJPHN is published by the Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang in collaboration with the Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia ...