The rapid development of generative artificial intelligence in language education offers new opportunities to provide immediate and personalized oral feedback; however, its use as digital scaffolding in interactive communication practice remains underexplored. This study aimed to explore how undergraduate English as a Foreign Language (EFL) students engage with generative AI-mediated feedback as a digital scaffolding mechanism during interactive oral communication practice. This qualitative case study involved three intermediate EFL university students at Institut Pendidikan Indonesia Garut, West Java. Data were collected through multi-session oral interactions and semi-structured retrospective interviews and analyzed using Braun and Clarke's six-phase thematic analysis. Vygotsky's Sociocultural Theory and Schmidt's Noticing Hypothesis served as theoretical foundations for understanding scaffolding processes, linguistic awareness, and students' oral interaction development. The findings revealed that Gemini AI functioned as both an affective and cognitive scaffold during speaking practice. Affectively, interaction with AI created a low-anxiety practice environment with minimal social pressure, thereby enhancing students' willingness to communicate. Cognitively, immediate, clear, and objective feedback helped students recognize both linguistic strengths and errors. Linguistically, real-time feedback promoted explicit awareness of tense inconsistencies and lexical misuse while encouraging students to monitor articulation and regulate speaking rate. Despite a technological constraint involving premature turn-taking caused by the AI misinterpreting cognitive pauses as the end of an utterance, students demonstrated digital agency by employing strategic conversational fillers to maintain interactional continuity. Thus, Gemini AI can serve as a low-pressure practice environment that bridges students' readiness toward real-world oral interaction. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan generatif dalam pembelajaran bahasa membuka peluang baru untuk menyediakan umpan balik lisan yang cepat dan personal, tetapi pemanfaatannya sebagai perancah digital dalam praktik komunikasi interaktif masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan umpan balik berbasis Kecerdasan Buatan (AI) generatif sebagai mekanisme perancah digital (digital scaffolding) selama praktik komunikasi lisan interaktif. Penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif yang melibatkan tiga mahasiswa EFL tingkat menengah di Institut Pendidikan Indonesia Garut, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui interaksi lisan dalam beberapa sesi dan wawancara retrospektif semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik enam tahap Braun dan Clarke. Penelitian ini menggunakan Teori Sosiokultural Vygotsky dan Hipotesis Noticing Schmidt sebagai landasan teoretis untuk memahami proses perancahan, kesadaran linguistik, dan perkembangan interaksi lisan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI berfungsi sebagai perancah afektif dan kognitif dalam praktik berbicara. Secara afektif, interaksi dengan AI menciptakan ruang praktik dengan tingkat kecemasan yang lebih rendah dan minim tekanan sosial sehingga meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berkomunikasi. Secara kognitif, umpan balik yang cepat, jelas, dan objektif membantu mahasiswa mengenali kekuatan serta kesalahan penggunaan bahasa. Secara linguistik, umpan balik waktu nyata mendorong kesadaran terhadap ketidaktepatan tense dan penggunaan leksikal, sekaligus membantu mahasiswa memantau artikulasi dan mengatur kecepatan berbicara. Meskipun terdapat kendala berupa pemotongan giliran bicara akibat AI salah menginterpretasikan jeda berpikir sebagai akhir tuturan, mahasiswa menunjukkan agensi digital melalui penggunaan penanda percakapan strategis. Dengan demikian, Gemini AI dapat berfungsi sebagai ruang latihan bertekanan rendah yang menjembatani kesiapan mahasiswa menuju interaksi lisan di dunia nyata.
Copyrights © 2026