Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan terintegrasi prinsip-prinsip *Lean Construction*—khususnya *Last Planner System* (LPS), *Value Stream Mapping* (VSM), dan 5S—dapat secara efektif mengatasi inefisiensi sistemik dalam proses pelaksanaan proyek di PT AKN, sebuah perusahaan kontraktor konstruksi besar di Indonesia. Intervensi penelitian tindakan pada empat proyek prioritas menghasilkan peningkatan yang terukur: keandalan rencana meningkat dari 60,9% menjadi 74,5% melalui penerapan LPS, waktu siklus (*lead time*) keseluruhan berkurang sebesar 16,1% (rata-rata 4,0 hari) melalui perancangan ulang proses menggunakan VSM, dan limbah material menurun dari 5,64% menjadi 2,63% melalui penataan tempat kerja berbasis 5S. Peningkatan operasional ini menghasilkan penghematan biaya terukur sebesar Rp1.237.700.000 selama periode evaluasi, yang mencakup penghematan pada biaya persiapan (*preliminaries*), pengurangan limbah material, pengurangan pengerjaan ulang (*rework*), dan penghematan biaya lembur. Persepsi pemangku kepentingan sangat mendukung temuan ini, dengan tingkat kesepakatan 82–84% mengenai peningkatan keandalan jadwal, pengurangan waktu tunggu, dan pengendalian biaya yang lebih baik. Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa penerapan prinsip perencanaan kolaboratif, manajemen aliran kerja, dan penataan tempat kerja secara disiplin dapat memitigasi keterlambatan jadwal yang kronis, pembengkakan biaya, dan pemborosan di lokasi proyek dalam konteks konstruksi Indonesia, serta memberikan wawasan praktis bagi kontraktor yang menghadapi tantangan serupa.
Copyrights © 2026