Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman work-life balance (WLB) perempuan penenun Mandar dalam mengintegrasikan peran domestik dan peran ekonomi kreatif. Produksi Tenun Mandar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya nyaris sepenuhnya digerakkan oleh perempuan yang menjalankan peran ganda, sementara kajian WLB selama ini masih didominasi konteks pekerja formal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan ditentukan secara purposive dan snowball, terdiri atas delapan perempuan penenun aktif yang telah berkeluarga dengan pengalaman menenun minimal dua tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik Colaizzi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan dimaknai secara kontekstual sebagai kemampuan memastikan keluarga tetap terurus tanpa kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan; rumah menjadi ruang integrasi sekaligus sumber interupsi; konflik memuncak saat tuntutan pesanan dan keluarga bertemu; menenun menghasilkan positive spillover berupa penguatan ekonomi, harga diri, dan pelestarian budaya; serta dukungan keluarga dan komunitas menjadi penentu utama WLB. Penelitian ini memberi kontribusi berupa perluasan konsep WLB ke ranah pekerja informal ekonomi kreatif dan masukan bagi kebijakan pemberdayaan yang selaras dengan pelestarian Tenun Mandar.
Copyrights © 2026