Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan tanaman pangan yang dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah berbagai penyakit. Salah satu bagian dari bawang merah yang dapat dimanfaatkan yaitu pada bagian akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat akar bawang merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, yaitu ekstrak akar bawang merah dibuat 5 kosentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, yang diuji pada bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumuran agar. Pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan menggunakan amoxicillin 1% sebagai kontrol positif dan aquadest sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa luas zona hambat pada konsentrasi 5% adalah 3,84 mm, 10% adalah 4,40 mm, 20% adalah 4,83 mm, 30% adalah 5,41 mm, dan 40% adalah 6,13 mm. Ekstrak etanol akar bawang merah memiliki respon hambatan yang masuk dalam kategori sedang
Copyrights © 2026