Kegiatan magang ini dilaksanakan di RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada periode 27 April hingga 25 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di lingkungan rumah sakit, memahami sistem manajemen rumah sakit, serta mengembangkan keterampilan teknis dan nonteknis mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Metode pelaksanaan magang meliputi observasi partisipatif dan keterlibatan langsung di bidang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS), Kesehatan Lingkungan, dan Instalasi Gizi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil mengidentifikasi tiga masalah utama di lingkungan rumah sakit. Pertama, kepatuhan hand hygiene pada tenaga kesehatan masih belum optimal dengan persentase terendah pada momen sebelum kontak dengan pasien (60%) dan tertinggi pada momen sebelum tindakan aseptik atau invasif serta setelah kontak dengan cairan tubuh pasien (80%). Kedua, masih ditemukan masyarakat dengan status BPJS Kesehatan tidak aktif yang menghambat akses pelayanan kesehatan, sehingga diperlukan optimalisasi pemanfaatan Mobile JKN sebagai solusi strategis. Ketiga, ditemukan permasalahan hygiene dan sanitasi di instalasi gizi, terutama adanya serangga di area pengolahan makanan yang menjadi prioritas utama berdasarkan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth). Berbagai alternatif solusi telah dirumuskan melalui prioritas masalah untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene, mengoptimalkan pemanfaatan Mobile JKN, serta meningkatkan hygiene dan sanitasi instalasi gizi. Kegiatan magang ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika pelayanan kesehatan di rumah sakit dan meningkatkan kompetensi profesional di bidang kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026