Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemagangan di  Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Kota Banda Aceh Reza Kurnia; Ahul Ikbar; Intan Suci Arazaika; Irrazatul Azmi; Ilfa Safahanur; Alisa Rahayu; Fiska Amelia; Kurniati; Muhammad Haikal; Nada Nur Kamaria; Asmuri Yadna
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rp6mh148

Abstract

Internship students were placed at Pertamedika Ummi Rosnati Hospital in Banda Aceh for four weeks, allowing them to learn and gain practical experience in the hospital's activities. Observations revealed that Pertamedika Ummi Rosnati Hospital (RSPUR) in Banda Aceh was established as a private hospital focused on high-quality healthcare with an Islamic touch.
KETEPATAN WAKTU PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) PEMERINTAH ACEH TAHUN 2025 Nova Fahlevi; Nadia Surahmi; Reza Kurnia
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i2.3322

Abstract

Ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis merupakan salah satu peningkatan kedisiplinan petugas dalam pengembalian berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025. Di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025 bahwa pengembalian berkas memiliki waktu 3x24 jam setelah pasien dinyatakan pulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif, dengan jumlah populasi penelitian ini 24 orang petugas rekam medis dan 3 orang petugas rekam medis sebagai sampel. Hasil penelitian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Pemerintah Aceh Tahun 2025 dapat di simpulkan bahwa Ketidaklengkapan berkas rekam medis di ruang rawat inap di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Tidak Lengkap” Alur pengembalian dokumen berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Sesuai” Ketidakjelasan penulisan dokter pada berkas rekam medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh Tahun 2025 “Jelas”. Saran dari peneliti kepada pihak Rumah Sakit adalah perlunya peningkatan kedisiplinan petugas dalam pengembalian berkas rekam medis di Rumah Sakit.AbstractThe timeliness of returning medical record files is one of the improvements in the discipline of officers in returning medical record files at the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) in 2025. At the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) in 2025, the file return period is 3x24 hours after the patient is declared home. This study aims to analyze the timeliness of returning medical record files in the inpatient room. This study uses a qualitative descriptive method, with a population of 24 medical record officers and 3 medical record officers as samples. The results of the Aceh Government Mother and Child Hospital (RSIA) study in 2025 can be concluded that the incompleteness of medical record files in the inpatient room at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Incomplete" The flow of returning medical record file documents at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Appropriate" The unclear writing of the doctor on the medical record file at the Aceh Government Mother and Child Hospital in 2025 "Clear". The researcher's suggestion to the Hospital is the need to improve the discipline of officers in returning medical record files at the Hospital.
Simulasi Pemadam Api pada Pegawai Puskesmas Langkahan Reza Kurnia; Ahlun Nazar
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/yr4mws73

Abstract

Kegiatan simulasi pemadam api merupakan salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan pegawai terhadap potensi kebakaran di lingkungan kerja, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pegawai dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran serta meningkatkan budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan dilaksanakan melalui metode pelatihan, praktik langsung penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), dan simulasi evakuasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pegawai menggunakan APAR, memahami prosedur evakuasi, serta meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan risiko kebakaran. Dapat disimpulkan bahwa simulasi pemadam api berperan penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan kerja di lingkungan Puskesmas Langkahan.
Analisis Beban Kerja dan Stres Kerja pada Pegawai Puskesmas Langkahan Aceh Utara Ahlun Nazar; Reza Kurnia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qfd74508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Beban kerja yang berlebihan sering kali menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya tingkat stres kerja di kalangan tenaga kesehatan. Stres kerja yang tinggi dapat berdampak negatif terhadap kinerja, kesehatan mental, serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional, menggunakan metode cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 40 tenaga kesehatan, yang sekaligus menjadi sampel penelitian dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang mengukur tingkat beban kerja dan stres kerja berdasarkan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi, dan uji korelasi Spearman Rank untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami beban kerja dalam kategori sedang hingga tinggi, serta tingkat stres kerja yang cenderung meningkat seiring dengan peningkatan beban kerja. Hasil uji statistik diperoleh nilai p <0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Langkahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi beban kerja yang diterima tenaga kesehatan, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang mereka alami. Diharapkan pihak instansi dapat melakukan pengaturan beban kerja yang lebih proporsional, memberikan dukungan psikologis, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menurunkan risiko stres kerja.  
Peran Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dalam Kesling terhadap Penyakit HIV di Kota Banda Aceh Reza Kurnia; Nada Nur Kamaria; Muhammad Haikal; Kurniati; Fiska Amelia
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2025): Juli-September, Education and Community
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/58q16779

Abstract

Prevalensi kasus HIV dan AIDS di Provinsi Aceh tahun 2020 pada laki- laki 79% dan perempuan 21%. Provinsi Aceh tahun 2021 tercatat ada 155 kasus baru yang positif HIV/AIDS. Angka itu diperoleh dari hasil skrining HIV pada 43.120 orang di provinsi paling ujung barat Sumatra itu. Hasilnya ditemukan 155 kasus baru yang positif HIV/AIDS. Dari angka itu, yang HIV ada 100 orang dan yang positif AIDS ada sebanyak 55 orang. Berdasarkan Laporan SIHA Triwulan I Tahun 2022, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) peringkat ke-17 di antara provinsi-provinsi di Indonesia dengan prevalensi HIV/AIDS tertinggi. Prevalensi HIV/AIDS di Nanggroe Aceh Darussalam mencapai 12.495 kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berupa penjelasan gambaran terkait fenomena-fenomena yang terjadi di Kota Banda Aceh berdasarkan sumber data sekunder berasal dari data Dinas Kesehatan kota Banda Aceh. Dinkes Banda Aceh telah menjalankan kebijakan komprehensif: edukasi, skrining, ARV, konseling, serta pendampingan kolaboratif. Namun, kenaikan kasus menuntut perluasan layanan seperti CBS, jalur PrEP yang lebih mudah, serta skrining rutin di tingkat kecamatan. Permenkes No. 23/2022 memberikan payung hukum nasional untuk memperluas Inovasi seperti CBS dan PrEP. Dinkes harus memastikan implementasi penuh di daerah  
Asupan Energi Dan Protein Dengan Status Gizi Pada Balita Dan Gizi Ibu Menyusui Annisa Felizar; Annisa Felizar; Ully Fitria; Kiki Asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): January–March, Health Promotion and Disease Prevention
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/9k73z218

Abstract

Masalah status gizi balita masih menjadi perhatian dunia, sekitar 45% kematian balita dikarenakan gizi kurang. Status gizi balita dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu asupan energi dan protein. Kurangnya asupan energi dan protein secara berkepanjangan dapat menyebabkan masalah gizi pada balita salah satunya adalah Kurang Energi Protein (KEP). Pemenuhan gizi seimbang pada ibu menyusui sangat penting untuk dipahami para orang tua karena mengingat usia anak balita merupakan masa periode emas yang akan menentukan proses perkembangannya pada masa mendatang. ASI yang dikonsumsi bayi tidak cukup hanya secara kuantitas tapi kualitas ASI. Ini bertujuan untuk mengetahui tentang asupan energi dan protein dengan status gizi pada balita dan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi ibu menyusui. Metode yang digunakan adalah mixed metode, Artikel dikumpulkan dengan menggunakan database Google Scholar. Hasil penelusuran didapatkan 5 artikel pada Google Scholar tentang asupan energi dan protein dengan status gizi pada balita dan tentang gizi ibu menyusui. Terdapat 2 artikel yang dijadikan rujukan dalam penulisan ini yang menunjukkan bahwa asupan energi dan protein berkaitan dengan status gizi pada balita dan ibu menyusui. Asupan energi berguna untuk aktivitas serta pertumbuhan balita dan berkaitan dengan status gizi balita. Pemenuhan gizi seimbang pada ibu menyusui sangat penting untuk dipahami para orang tua karena mengingat usia anak balita merupakan masa periode emas yang akan menentukan proses perkembangannya pada makanan atau asupan gizi yang sempurna bagi bayi. Khususnya pada enam bulan pertama kehidupan bayi, karena  ASI  merupakan  komposisi  gizi  terlengkap  untuk  menunjang  pertumbuhan  dan perkembangan bayi. Saran dalam penelitian ini bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada orang tua khususnya ibu menyusui, dan balita terkait pentingnya asupan zat gizi dan status gizi balita dan ibu menyusui.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN MASYARAKAT Milna Firizki; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/yyke1p80

Abstract

Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Salah satu strategi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih yang dimulai dari tingkat keluarga atau rumah tangga, lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Program pengabdian masyarakat yang diinisiasi oleh Majelis Kesehatan Umum dan Pelayanan Sosial Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi dan potensi diri untuk menjaga kesehatan melalui pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode pelaksanaan adalah dengan (1) penyuluhan tentang praktek PHBS di tingkat rumah tangga, (2) penyuluhan tentang PHBS di tingkat institusi pendidikan, (3) praktek cuci tangan yang benar pada murid sekolah, dan (4) pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat desa Posi-posi berjumlah 84 rumah tangga dan 60 murid SD Inpres Posi-posi. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan rumah tangga dan murid SD tentang PHBS dan seluruh murid telah mampu untuk mencuci tangan dengan benar.
ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR DAN CAKUPAN PROGRAM IBU DAN ANAK (KIA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTERAJA PIDIE JAYA ANALISIS PENCAPAIAN INDIKATOR DAN CAKUPAN PROGRAM IBU DAN ANAK (KIA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTERAJA PIDIE JAYA RISKA MAHYUNI; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7ajsmm43

Abstract

Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satu program prioritas di Indonesia. Salah satu tujuan program ini adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu dan anak. Upaya pemerintah untuk kesehatan ibu dan anak untuk memeriksa di setiap daerah. Data Puskesmas Panteraja Pada Tahun 2022 tidak ditemukanya lagi kasus kematian ibu dan anak. Dilakukan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cakupan program kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, objek penelitian ini adalah dokumen Program KIA meliputi dokumen perencanaan, dokumen pelaksanaan, check list supervisi, check list koordinasi, dokumen Evaluasi, Wawancara dan dokumen hasil yang dilakukan untuk menganalisis pencapaian yang di peroleh kinerja Puskesmas Panteraja Pidie Jaya. Hasil  cakupan kegiatan program KIA pelayanan antenatal pertama (K1) 81 %, cakupan pelayanan antenatal keempat (K4) 80%, cakupan ibu hamil risiko tinggi 20,5%, , cakupan pelayanan KIA 81 %. Dari data ini kita tahu bahwa pencapaiannya adalah status yang baik. Kami menemukan status cakupan yang tercapai  sesuai dengan target yang  ditentunkan Dinas Kesehatan Pidie Jaya. Kesimpulan diperlukan upaya untuk meningkatkan cakupan komplikasi kebidanan dan cakupan buku kesehatan ibu dan anak, diperlukan dukungan dari Puskesmas panteraja terutama untuk pemantauan dan evaluasi program kesehatan ibu dan anak.
pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan masyarakat DIYAN ZAHRA DIYAN; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tc285w32

Abstract

ABSTRACTThe era of globalization is now progressing very rapidly. One of the advances in information tech- nology penetrated the health field. Use and utilization of this technology is one of the right solutions for problem solving public services. At least utilization of it will address the geographical, time and socioeco- nomic issues. Some research mentioned that the utilization of technology in the field of health can improve health service and can change health behavior. Information is a very important thing, because all things related to public health is information that is well managed and safe, so it takes a safe and smooth system for all information obtained can be used for the benefit of health services more optimal and can benefit the entire community
Pengunaan Obat Tradisional Di Gampong Rawa Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara siti nurhalisa; Ambiah Nurdin; Ully Fitria; Kiki asrifa Dinen; Reza Kurnia
Public Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): January–March, Health Promotion and Disease Prevention
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/0k06df13

Abstract

Artikel ini menganalisis terkait dengan proses penyembuhan masyarakat gampong rawa yang melakukan pengobatan tradisional. Artikel melihat faktor menyebabkan masyarakat lebih memilih pengobatan tradisional  diGampong Rawa adalah karena masyarakat menilai pengobatan tradisional adalah pengobatan yang alami. Pengobatan ini berawal dari pengobatan yang menjadi kepentingan yang sangat penting bagi setiap individu dalam sebuah kehidupan yang dimulai dari kepercayaan. Artikel  ini diketahui bahwa fenomena pengobatan tradisional dibagi kedalam sejarah lahirnya pengobatan tradisional, proses pengobatan yang dilakukan, ramuan yang digunakan, perkembangan dan kondisi kesehatan pasien serta alasan pasien lebih memilih berobat pengobatan tradisional. Observasi penyembuhan pengobatan Nek Cut merupakan pandangan masyarakat tentang pengobatan tradisional yang sanga terbantu dan terpercaya. Terbukti banyak masyarakat Gampong Rawa sampai saat ini datang dan percaya dengan pengobatan tradisional Nek Cut, bahkan tidak hanya masyarakat sekitar saja yang berobat, tetapi masyarakat luar Gampong Rawa pun banyak yang datang. Untuk memperoleh data yang sesuai dengan topik permasalahan “Penyembuha Tradisonal di Gampong Rawa Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara”. Artikel in menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi non partisipatif, wawancara terstruktur dan mendalam, literature dan dokumentasi. Observasi dan wawancara: akan dilakukan selama satu bulan, serta pengeditan skripsi dilakukan selama satu bulan. Analisis data dilakukan sebelum penelitian, selama waktu proses dilapangan bersamaan dengan pengumpulan data.Hasil artikel ini menunjukkan bahwa pengobatan tradisional di Gampong Rawa Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat dan fenomena terhadap pengobatan tradisional di Gampong Rawa Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara yang dilakukan oleh Nek Cut.