Poklahsar Camar Laut di Desa Suak Indrapuri, Aceh Barat, mengolah ikan asin, teri kering, rebon kering, dan terasi. Proses produksinya masih bergantung pada penjemuran terbuka sehingga rentan terhadap hujan, kelembapan tinggi, ketidakseragaman mutu, dan kehilangan pascapanen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengeringan ikan melalui teknologi tepat guna serta memperkuat standardisasi produksi. Pendekatan partisipatif kolaboratif diterapkan kepada sepuluh anggota melalui empat tahap, yaitu identifikasi masalah dan sosialisasi, penerapan serta pelatihan pengoperasian oven pengering berbahan bakar LPG dengan kontrol suhu otomatis, penyusunan dan penerapan prosedur operasional standar produksi dan higiene, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan menghasilkan kesepakatan perbaikan produksi, panduan operasional pengeringan terkendali, serta prosedur sanitasi, higiene, dan pengemasan. Teknologi yang diterapkan menyediakan proses pengeringan yang lebih terlindung dan mudah dikendalikan, sedangkan prosedur operasional membantu anggota menata produksi secara lebih konsisten dan mengurangi risiko kontaminasi. Pendampingan jangka pendek juga menunjukkan perlunya pencatatan suhu, pemeliharaan alat, penggunaan daftar periksa produksi, serta pengukuran lanjutan terhadap kadar air, efisiensi pengeringan, umur simpan, dan manfaat ekonomi. Integrasi teknologi tepat guna dan standardisasi proses menjadi dasar praktis untuk mengurangi ketergantungan terhadap cuaca dan memperkuat keberlanjutan usaha pengolahan ikan skala kelompok.
Copyrights © 2026