Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Risiko Perencanaan Industri Pengolahan Ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja Muhammad Arif; Fis Purwangka; Retno Muninggar
Akuatika Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v5i2.27635

Abstract

PER.08/MEN/2012 menyatakan bahwa pelabuhan tipe A harus memiliki industri pengolahan ikan dan industri penunjang lainnya. Keberadaan industri tersebut berdampak positif bagi masyarakat sekitar dan juga kepada nelayan, dimana hasil tangkapan nelayan selalu laku terjual dikarenakan adanya industri-industri yang membelinya. Hasil survei awal oleh peneliti didapatkan bahwa pihak pengelola pelabuhan sudah merencanakan pembangunan industri pengolahan ikan namun belum adanya kajian yang membahas terkait analisis risiko. Analisis risiko penting dilakukan untuk menghindari terjadinya kerugian berupa biaya, mutu dan waktu pada perencanaan industri. Dalam upaya untuk menghindari hal tersebut, maka tujuan penelitian ini yaitu menetapkan risiko prioritas dalam perencanaan industri pengolahan ikan di PPS Kutaraja. Metode yang digunakan yaitu House of Risk (HOR) untuk menentukan penyebab risiko yang menjadi prioritas untuk dilakukan tindakan mitigasi berdasarkan nilai Aggregate  Risk Potential (ARP) teringgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 11 penyebab risiko yang menjadi prioritas tertinggi untuk dilakukan mitigasi. Penyebab risiko tertinggi yaitu ketidakcukupan aliran kas (A13) dengan nilai ARP 423 dan nilai kumulatif ARP 11,22%, sedangkan penyebab risiko pada prioritas terendah yaitu kekurangan sarana dan prasarana produksi (A2) dengan nilai ARP 144 nilai kumulatif ARP 76,93%.
DESAIN DAN STUDI KONSTRUKSI KAPAL PURSE SEINE BERMATERIAL KAYU DIPELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA SEMINAR NASIONAL KEMARITIMAN ACEH (UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH, 24 AGUSTUS 2017) 91 (PPS) LAMPULO Rizwan Rizwan; Ichsan Setiawan; Sayyid Afdhal El Rahimi; Irma Dewiyanti; Nanda Rizki Purnama; Muhammad Arif
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.922 KB)

Abstract

Pembangunan kapal yang ada di Provinsi Aceh pada umumnya dibangun secara tradisional, pembangunan kapal secara tradisional tersebut dinilai kurang efisien dan optimal dikarenakan parapengrajin kapal di Aceh membangun kapal tanpa memiliki desain konstruksi kapal dan belummemenuhi aturan-aturan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Penelitian ini bertujuanmemberikan gambaran mengenai desain dan konstruksi kapal purse seine dan mengetahuipersyaratan material konstruksi kapal yang sesuai dengan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI)sehingga pembangunan kapal di galangan tradisional Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)Lampulo ini menjadi lebih efisien dan optimal. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampaiMaret 2017 yang berlokasi digalangan kapal tradisional Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)Lampulo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan 2cara yaitu data primer (pengamatan dan pengukuran terhadap kapal purse seine yang diteliti danditunjang dengan wawancara dengan pemilik dan pengrajin kapal) dan data sekunder (studiliterature dan instansi-instansi terkait). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa nilairasio dimensi kapal yang diteliti sudah sesuai dengan jenis alat tangkap yang digunakan. Jenis-jenismaterial kayu yang digunakan pada kapal yang diteliti sesuai dengan aturan yang ditetapkan olehBiro Klasifikasi Indonesia(BKI). Sedangkan, untuk bagian-bagian konstruksi kapal yang ditelititidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Biro KlasifikasiIndonesia (BKI).
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI PEMBUATAN OLAHAN IKAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Rahmawati; Akbardiansyah; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Sri Ayu Insani; Afdhal Fuadi; Hamidi; Muhammad Agam Thahir; Rudi Hermi
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2023): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v6i3.2166

Abstract

The nutritional content of fish is very high in protein and omega 3 fatty acids, but there is still little interest in eating fish among children. The government is trying to prevent stunting by launching the GEMARIKAN (Gemar Makan Ikan/Fond of eating fish) program to fulfill nutrition sourced from fish. Fish are generally less popular because their shape makes them uninteresting and boring, so interest in eating fish decreases. Housewives are encouraged to play a role in fulfilling children's nutrition through fish intake using various techniques, one of which is processing fish into a variety fish-based food. Alternative fish-based food is made to attract families to consume it by empowering groups of housewives and young women. This training aimed to educate about alternative fish-based food and recommend business opportunities to support additional family income. Training activities were carried out through mentoring and counseling for 20 housewives and young women from Gampong Blang Padang, by forming small groups and providing education regarding techniques for processing fish into dimsum products, fish sticks and fish nuggets. The results of the training showed that housewives and young women were able to make more varied fish preparations. Apart from that, participants received counseling about the benefits of fish for health, not only as an ingredient in making various types of processed fish food that have nutritional and economic value.
Community Perceptions of East Aceh District in Sustainable Management of Mangrove Ecosystem Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Rosi Rahayu; Akbardiansyah Akbardiansyah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1: April (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v3i1.31709

Abstract

Mangrove ecosystems have of benefits variety and enhance the economic potential of coastal communities. Changes in land use and utilization of mangrove areas are excessive in the coastal area due to the destructive activities of the community, so mangrove ecosystem management needs to be done so that the ecosystem can be preserved. The existence of the community around this ecosystem has a role that is no less important for the sustainability of mangroves. This research aims to identify and analyze the community’s perception regarding the utilization of the mangrove ecosystem. The study was conducted on the perception of society with perception analysis using the Likert scale. The results of the analysis showed that 77 percent of total respondents strongly agree regarding the functions of the mangrove ecosystem area as filter seawater, breaking waves and feeding ground. Mangrove ecosystems provide benefits to society in the form of the main source of income as much as 78 percent of total respondents and 63 percent strongly agreed with the State of the mangrove ecosystems have been degraded. Next 40 percent strongly agree conversion of land into Palm and 27 percent conversion into ponds aquaculture. Community attitudes support plan sustainable mangrove ecosystem management shown by 75 percent and amounted to 65 percent support the efforts of community training and support community involvement 70 percent of communities in the management of sustainability.Keywords: Activities of Community, Mangrove, Perception
Community-Based Approaches to Fisheries Management in MSMEs: A Bibliometric Exploration Zayafika Mareta; Muhammad Arif; Pardin Lasaksi; Nursyam Ar
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 05 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i05.876

Abstract

This study conducts a bibliometric exploration of community-based approaches to fisheries management within the context of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). By analyzing scholarly publications from multiple databases, the research highlights key themes, challenges, and emerging trends in sustainable fisheries management. The study identifies significant clusters of research themes through network visualizations and discusses the socio-economic impacts of community-based strategies on local fisheries management. It underscores the necessity of integrating local knowledge and practices in MSMEs to enhance sustainability and resilience against global challenges like climate change and market fluctuations. Through this exploration, the paper aims to contribute to policy development and practical interventions that promote sustainable fisheries practices and bolster MSME resilience.
SOCIALIZATION OF CAKALANG CATCH RESULTS ON 20-60 GT BOATS AT MEUREDU FISH LANDING PARK (PPI), PIDIE JAYA DISTRICT Wulan Agustria; Thaib Rizwan; Ilham Zulfahmi; Ichsan Setiawan; Sayyid Afdhal El Rahimi; Yulizar; Razali Thaib; Muhammad Arief; Syarifah Meurah Yuni; Husaini; Ratna Mutia Aprilla
Jurnal Pengabdian Bangsa Vol 2 No 1 (2023): SEPTEMBER 2022- FEBRUARY 2023
Publisher : CV. Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpb.v2i1.60

Abstract

This service aims to socialize the catch of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) at the Mereudu fish landing base (PPI), Pidie Jaya Regency using Purse seine fishing gear. Data collection carried out in this research used the field observation method by directly observing activities at the Mereudu Pidie Jaya Fish Landing Base (PPI) and conducting interviews with the parties involved in it. Fishing trips carried out by Pidie Jaya fishermen range from 5 days according to the catch that has been obtained. If the catch has reached the target, the fishermen immediately return even though it has not been 5 days. During the research, the highest number of catches of skipjack tuna was on 27 July 2022 with a catch of 5,000 kg and the lowest catch was on 29 July 2022 with a catch of 1,500 kg.
Pemetaan Tangkahan Pendaratan Ikan Berdasarkan Komoditas yang di Daratkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil: Pemetaan Tangkahan Pendaratan Ikan Berdasarkan Komoditas yang di Daratkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil Rizal, Muhammad; Hamidi, Hamidi; Arif, Muhammad; Hafinuddin, Hafinuddin; Thahir, Muhammad Agam; Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 7 No 1 (2023): Journal of Tropical Fisheries Management (on progress)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v7i1.44217

Abstract

Pulau Banyak and Pulau Banyak Barat Districts. play an active role in advancing capture fisheries production, this can be seen from the larger number and size of vessels operated so as to produce larger capture fisheries production. To land and sell their catch, many private entrepreneurs do it in their private holdings, not in government-owned fishing ports. This Tangkahan generally has relatively little land and facilities, but the activities and production are relatively large. This study aims to analyze the catch landed on the Tangkahans of Banyak Island, Aceh Singkil and make a map of the location of the Tangkahans in Pulau Banyak, Aceh Singkil. The method used is in 2 stages, the first stage is conducting a field survey using interview questionnaires, and the second stage is collecting field data (coordinate points of Tangkahan, types of catches and aerial photos of Tangkahan Island many). The location of the research is on Banyak Island, Aceh Singkil. The results of the study showed that there were 12 Tangkahans in Pulawa many, of which 8 units were in Baguk Village and 4 units were in Balai Desai. The catches that landed consisted of Squid, Dencis Fish, Tuna, Coral Anchovy and others. This is because the fishing gear used by Pulau Banyak fishermen is dominated by Bagan.
Peranan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Higienis Dalam Mempertahankan Mutu Ikan Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga Arif, Muhammad; Siregar, Maika Khairiyah; Fuadi, Afdhal; Rahayu, Rosi; Rahmawati, Rahmawati; Akbardiansyah, Akbardiansyah; Insani, Sri Ayu
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jupiter.v3i2.7029

Abstract

Ikan merupakan hasil tangkapan harus segera ditangani untuk menghambat penurunan mutu dan penurunan harga jualnya. Namun demikian, nelayan sebagai pelaku utamanya tidak mempertimbangkan apakah upaya yang dilakukan tersebut layak secara teknis atau ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanganan ikan di TPI Higienis di PPN Sibolga dan mengetahui fasilitas dan peralatan pendukung yang terdapat di TPI Higienis di PPN Sibolga dalam mempertahankan mutu ikan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses penanganan ikan di TPI Higienis di PPN Sibolga sudah baik karena sudah menggunakan konveyor dan dilengkapi dengan kanopi untuk menjaga mutu ikan tetap baik. Selanjutnya fasilitas TPI Higienis di PPN Sibolga sudah lengkap untuk menerapkan standar yang tinggi dalam pengelolaan hasil perikanan dan pengelolaan lingkungan pelabuhan
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene
Edukasi teknologi BuDar (BuBu Dasar) ramah lingkungan berbasis sumberdaya lokal untuk peningkatan hasil tangkapan nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon Hamidi Hamidi; Afdhal Fuadi; Rosi Rahayu; Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Rahmawati Rahmawati; Nabila Ukhty; Fiki Rebi Hidayat; Rusdi Rusdi; Fachrorazi Amir; Nurhatijah Nurhatijah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34365

Abstract

AbstrakSalah satu alat penangkapan ikan yang selama ini digunakan oleh nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu pukat tarik dengan hasil tangkapan yang relatif berukuran kecil dan secara perlahan dapat merusak dasar perairan, sehingga perlu adanya alat penangkapan ikan yang ramah terhadap lingkungan dan hasil tangkapan yang diperoleh sudah layak tangkap serta memiliki nilai ekonomis penting salah satunya adalah bubu dasar. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan edukasi pengenalana teknologi BuDar (Bubu Dasar) ramah lingkungan dan berbasis sumberdaya lokal yang diberikan kepada kelompok nelayan tradisional tersebut. Jumlah penerima manfaat langusng dari kegiatan pengabdian ini yaitu 35 orang atau kelompok nelayan tradisional dengan menggunakan armada penangkapan ikan <5 GT di perairan Aceh Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan alat penangkapan ikan tepat guna yaitu BuDar kepada kelompok nelayan tradisional untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah terhadap lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu menggunakan metode pendidikan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada kelompok nelayan tradisional mulai dari FGD persiapan pengabdian, pelaksanaan pengabdian, dan evaluasi dari pelaksanaan kegiatan. Hasil FGD persiapan kegiatan ditemukan beberapa masalah utama pada kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon yaitu masih menggunakan alat tangkap pukat tarik yang secara tidak langsung dapat merusak dasar perairan, kemudian nelayan tradisional tersebut masih kurang pahamnya alternatif alat tangkap yang tidak merusak lingkungan. Timbulnya partisipasi aktif oleh kelompok nelayan tradisional Lhok Kuala Bubon dari edukasi teknologi BuDar ramah lingkungan, sehingga nelayan tersebut tertarik menggunakan bubu dasar sebagai alternatif untuk menangkap ikan demersal khususnya ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan kelompok nelayan tradisional sebanyak 80% terkait materi yang diberikanan mulai dari alat dan bahan yang digunakan, manfaatn bubu dasar, dan jenis hasil tangkapan yang akan diperoleh. Kata kunci: edukasi; budar; ramah lingkungan; sumberdaya lokal; nelayan tradisional. AbstractOne of the fishing tools that has been used by traditional fishermen of Lhok Kuala Bubon is the trawl net, which has a relatively small catch and can slowly damage the bottom of the waters, so there is a need for fishing tools that are environmentally friendly and the catch obtained is suitable for fishing and has important economic value, one of which is the bottom trap. Therefore, there is a need for educational activities to introduce BuDar (bottom trap) technology, which is environmentally friendly and based on local resources, to these traditional fishing groups. The number of direct beneficiaries of this community service activity is 35 people or groups of traditional fishermen using fishing fleets <5 GT in the waters of West Aceh. This community service activity aims to introduce appropriate fishing gear, namely BuDar, to traditional fishing groups to increase income and reduce the use of fishing gear that is not environmentally friendly. The method used in this community service activity is using an educational method by providing education and outreach to traditional fishermen groups starting from FGD preparation for community service, implementation of community service, and evaluation of the implementation of activities. The results of the FGD on preparation for the activity found several main problems in the Lhok Kuala Bubon traditional fishermen group, namely that they still use trawl fishing gear, which can indirectly damage the waters, and that the traditional fishermen still do not understand alternative fishing gear that does not damage the environment. The emergence of active participation by the traditional fishermen group of Lhok Kuala Bubon from the education of environmentally friendly BuDar technology made from local resources available around Lhok Kuala Bubon Village so that the fishermen are interested in using bottom traps as an alternative to catch demersal fish, especially reef fish, which have important economic value. Keywords: education; BuDar; environmentally friendly; local resources; traditional fishermen.