Fenomena boikot produk pada era digital tidak hanya sekadar bentuk protes sosial, tetapi juga mencerminkan pergeseran fundamental dalam persepsi nilai konsumen terhadap suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media sosial berperan dalam membentuk persepsi nilai pelanggan serta dampaknya terhadap keputusan perpindahan merek pada produk yang terafiliasi dengan isu boikot. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan dari kalangan Generasi Z yang aktif mengikuti isu boikot di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform seperti Instagram dan TikTok bertindak sebagai katalis utama dalam mendiseminasikan informasi, membentuk opini publik, dan memperkuat nilai-nilai etis serta kemanusiaan. Keterlibatan konsumen di dunia digital terbukti memicu ketidaknyamanan psikologis akibat disonansi moral, yang pada akhirnya mendorong mereka melakukan perpindahan merek ke produk alternatif. Implikasi dari penelitian ini menuntut perusahaan untuk memperkuat manajemen isu berbasis digital dan menyelaraskan etika bisnis dengan ekspektasi moral konsumen.
Copyrights © 2026