Program pembiayaan ultra mikro merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan serta memperkuat keberlanjutan usaha mikro dan kecil, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, efektivitas program ini memerlukan mekanisme evaluasi yang akurat untuk memastikan dana publik benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi debitur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi pelaksanaan Survei Nilai Keekonomian Debitur (NKD) sebagai instrumen monitoring dampak pembiayaan UMKM di KPPN Mojokerto.Pendampingan dilakukan melalui pelatihan teknis penggunaan sistem survei digital, pendampingan lapangan secara langsung, serta verifikasi administratif dan kondisi usaha debitur. Metode observasi partisipatif dan wawancara terstruktur diterapkan untuk meningkatkan kualitas dan validitas data. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh target responden berhasil disurvei dengan data yang menggambarkan dampak positif pembiayaan terhadap keberlanjutan usaha dan peningkatan pendapatan. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, akses geografis, dan gangguan teknis sistem.Secara keseluruhan, pendampingan ini berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas monitoring pembiayaan publik dan memperkuat akuntabilitas program pengembangan UMKM di wilayah KPPN Mojokerto.
Copyrights © 2026