Pendidikan inklusif menjamin hak seluruh peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa membedakan kondisi fisikis, intelektual, emosional, maupun sosial. Pelaksanaan pendidikan inklusif di beberapa sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala sehingga kualitas pembelajaran belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola pengelolaan taktis layanan inklusif mampu mendongkrak kualitas belajar di jenjang dasar. Menggunakan desain studi kasus multi-lokasi kualitatif, riset ini mengekstrak informasi dari pemangku kepentingan inti (pemimpin sekolah, pengajar reguler, pendamping khusus, serta wali murid ABK) lewat teknik triangulasi (wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, dan tinjauan arsip).Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada dua sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif di SD Mutiara Islam Plus dan SD Islam Primasakinah school Bekasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi kesimpulan. Hasil Akhir dari kajian ini diharapkan melahirkan kerangka taktis inklusif yang siap pakai, termasuk dalam bentuk manual praktis untuk administrator sekolah dasar.
Copyrights © 2026