Pembelajaran numerasi awal membutuhkan media digital yang tidak hanya interaktif, tetapi juga mampu menyesuaikan tingkat tantangan berdasarkan performa peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan mekanisme adaptif berbasis Q-Learning pada game edukasi matematika numerasi awal untuk siswa kelas awal sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan implementatif-deskriptif dengan fokus pada integrasi alur permainan, gameplay logging, pemodelan state siswa, pemilihan action adaptif, perhitungan reward, pembaruan Q-value, dan transisi tingkat kesulitan. Game dikembangkan dalam enam level aktivitas yang mencakup materi menghitung objek, mengenali simbol bilangan, mengurutkan bilangan, serta memahami nilai tempat sederhana sampai 20. Pengujian dilakukan di SDN 1 Langseb dengan melibatkan 38 siswa dan 2 guru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mencatat 1.430 baris gameplay log yang terdiri atas 683 event jawaban, 253 event bantuan, 228 event penyelesaian level, 228 event keputusan adaptif, dan 38 event penyelesaian permainan. Jumlah 228 keputusan adaptif sesuai dengan enam level yang diselesaikan oleh 38 siswa, sehingga menunjukkan bahwa mekanisme adaptif berjalan pada setiap akhir level. Distribusi action menghasilkan 71 keputusan Naik, 47 Tetap, dan 110 Turun/Penguatan. Rata-rata Q-value meningkat dari 1,115 menjadi 1,199 dengan rata-rata delta Q sebesar 0,084. Hasil uji penerimaan pengguna menunjukkan persentase UAT sebesar 79,21% pada siswa, 80,00% pada guru, dan 79,25% secara keseluruhan, dengan kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme adaptif berbasis Q-Learning dapat diintegrasikan ke dalam game edukasi matematika numerasi awal melalui pencatatan aktivitas, pembentukan state, pemilihan action, reward, pembaruan Q-value, dan pengaturan tingkat kesulitan. Penelitian ini dibatasi pada evaluasi implementasi dan penerimaan pengguna, bukan pada pengujian kausal terhadap peningkatan hasil belajar.
Copyrights © 2026